Silicon Valley (TV Series) : Perjuangan Startup

      Film seri luar negeri memang tidak seperti film seri indonesia (baca:sinetron), film-film seri luar negeri seperti tidak setengah-setengah dalam memproduksinya. ada beberapa film seri luar negeri yang saya pernah & sedang tonton, diantaranya The Flash, Green Arrow, Agent Of Shield, Silicon Valley dan beberapa film seri lainnya. Seri-seri yang saya tonton tersebut menyuguhkan cerita yang cukup menarik bagi saya.

     Tapi satu film seri yang cukup menarik bagi saya adalah seri Silicon Valley. Selain berhubungan dengan teknologi, seri Silicon Valley juga berdasarkan kisah nyata tentang perusahaan startup up Pied Paper dan sisi lain yang cukup menarik adalah bagaimana sebuah startup berjuang dari nol hingga mendapatkan investasi.

     Seri Silicon Valley yang bergenre komedi dimulai ketika Richard membangun aplikasi kompresi video berbasiskan teknologi awan / cloud ketika ia bekerja pada perusahaan startup. aplikasi kompresi video ini menarik banyak peminat salah satunya adalah petinggi seorang billionaire untuk membeli aplikasi tersebut. Tawaran menggiurkan bagi richard karena uang yang ditawarkan tidak sedikit, tapi tawaran lain menghampiri richard. berbeda dengan tawaran billionaire pertama yang ingin membeli aplikasi richard, tawaran dari billionaire kedua menawarkan pendampingan bagi richard untuk memulai membangun perusahaan startup sendiri dengan bantuan pengalaman & networking billionaire tersebut. Pilihan Richard inilah yg memulai seri ini hingga akhirnya perusahaan Richard terkenal dan banyak investor ingin berinvestasi pada perusahaan bernama Pied Paper.

     Ada banyak hal yang cukup menarik dan menjadi pelajaran bagi saya ketika menonton seri ini.

  1. Believe
    Ketika Richard mulai membangun aplikasi kompresi video, atasannya ketika itu melecehkan richard karena menurutnya ide-nya terlalu konyol. Richard yang seorang introvert cukup terluka dengan sikap atasannya, tapi richard tidak terlalu menghiraukan ucapan atasannya karena ada keyakinan dalam diri Richard bahwa aplikasi-nya akan banyak digunakan dan menarik antusiasme banyak orang. Benar saja, ketika ia merilis aplikasi tersebut ke publik banyak orang tertarik hingga seorang billionaire tertarik membeli aplikasi tersebut.
    Percaya adalah kunci keterwujudan visi
  2. Think then decide
    Ketika 2 pilihan disodorkan pada richard : aplikasimu dibeli atau dirikan perusahaan dengan aplikasimu. Richard akhirnya memilih mengembangkan aplikasi-nya dan mendirikan perusahaan startup dengan pendampingan dari billionaire yang berpengalaman dan mempunyai banyak relasi. Richard melihat bahwa ada peluang aplikasinya akan mendatangkan profit besar hingga ia memiliki perusahaannya sendiri dengan bantuan pengalaman dan relasi dari billionaire yang kedua. Richard cerdas mengambil keputusan, alih-alih memilih uang jumlah besar yg ia belum tahu akan digunakan untuk apa, Richard lebih memilih mendirikan perusahaannya sendiri.
    Think carefully then decide faithfully
  3. Network / relasi
    Sebanyak apapun uang yang dipunyai, tetap akan kalah dengan luasnya network atau relasi mungkin itu yg ada dipikiran Richard ketika lebih memilih mendirikan perusahaan startup dengan pendampingan dari billionaire dibanding menerima uang yang banyak hasil dari penjualan aplikasinya. Dan benar saja, dengan pendampingan billionaire (walaupun secara tidak langsung) aplikasi  Richard akhirnya mendapatkan investasi yang bisa jadi lebih besar nilainya dibanding uang yang diberikan untuk aplikasinya sehingga ia bisa mendirikan perusahaannya sendiri
    Sometime Relation more than money
  4. Team Work
    Awalnya ketika Richard membuat aplikasi kompresi video, ia merancang dan membuatnya sendiri. tetapi ketika ia mendirikan perusahaan dan merilis aplikasinya ia mulai mengajak teman-temannya untuk bergabung karena walaupun ia cukup cerdas, ia merasa ia tidak bisa menanganinya sendiri hingga akhirnya mengajak teman-temannya untuk bersama-sama membuat aplikasinya lebih baik dan mendirikan perusahaan. Tapi ada satu momen ketika ia salah memilih anggota tim, ketika itu ia membutuhkan seorang security system untuk mengamankan aplikasinya dan akhirnya Richard memilih seorang security system + hacker. ternyata anggota tim pilihannya yang satu ini sangat gegabah dan sok tau hingga membuat aplikasi Richard menjadi penuh dengan error. Richar menyesal dengan keputusannya ketika itu.
    Choose your partner carefully and build team
  5. Big Thing From Small Thing
    Awalnya aplikasi kompresi video milik richard belum sempurna, karena aplikasi tersebut belum berhasil mengkompress video animasi. Tapi ada satu moment ketika temannya berdiskusi tentang hal sepele yaitu tentang (maaf) onani. Temannya berdiskusi tentang cara terbaik agar seorang perempuan bisa melakukan (maaf) onani terhadap sekelompok pria secara maksimal dan efisien dalam tenggat waktu tertentu. Richard secara tidak sengaja memperhatikan diskusi temannya dan richard mendapatkan ide untuk algoritma pengkompresan video yang lebih baik hasil dari ia memperhatikan diskusi temannya. Hingga akhirnya aplikasi kompresi video miliknya tersebut sempurna menghasilkan nilai tertinggi melebihi nilai tertinggi yang pernah ada (penilaian kompresi menggunakan metode weisman scoring kalau tidak salah). Kadang sesuatu yg besar berawal dari hal kecil / remeh. KFC adalah salah satu franchise makanan terbesar saat ini, dan KFC berawal dari kolonel sanders yg membuat ayam goreng.
    Sometime Big thing from small thing
  6. Introvert
    Inilah sisi yang “gue banget”, karena pada seri tersebut Richard digambarkan sebagai seorang introvert. Ada satu moment yang begitu menggambarkan bahwa richard adalah seorang introvert yaitu ketika richard mendapatkan ide untuk metode pengkompresan yang lebih baik untuk aplikasinya. Ketika ia mendapatkan ide tersebut, richard langsung pergi kekamarnya lalu mengunci kamarnya hingga ia sendiri & tidak ada yang mengganggunya yg kemudian ia implementasikan ide algoritma kompresi untuk aplikasi-nya tersebut. Ia menyempurnakan aplikasinya sendiri tanpa ada gangguan dan tanpa istirahat. Moment tersebut benar-benar menggambarkan seorang introvert. Saya pun seorang introvert, bukan karena saya mempersepsikan saya seorang introvert tapi berdasar beberapa ciri yg disampaikan oleh Marti Olsen Laney dalam bukunya The Introvert Advantage. Setelah saya membaca buku tersebut maka saya yakin saya adalah seorang introvert. ketika seorang introvert berkonsentrasi adalah ketika ia sendiri. ketika seorang introvert sendiri (tanpa gangguan eksternal) maka ia sejatinya sedang fokus akan pekerjaannya. Introvert bukanlah anti sosial, tapi introvert butuh keterasingan dengan dunia luar agar ia lebih fokus akan sesuatu.

Semoga bermanfaat.
catatan :
pada seri silicon valley ini menyuguhkan beberapa adegan yg cukup vulgar sehingga tidak baik bila ditonton anak-anak

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s