Syahadatain (Reshare)

Dua Kalimat syahadat (Sering disebut syahadatain) merupakan pintu masuk bagi seorang manusia untuk memasuki islam sehingga ia layak disebut sebagai seorang muslim / muslimah. ketika seseorang sudah mengucapkan syahadatain maka sudah seharusnya ucapan tersebut terealisasi menjadi amal. ketika seseorang sudah mengucapkan syahadatain maka sudah seharusnya ia mengakui hanya Allah sebagai ilah & rabb-nya, Islam sebagai dien serta pengakuan & peneladanan terhadap rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan yang mendapatkan wahyu suci dari Allah. Pengucapan terhadap syahadatain sehingga seseorang diakui sebagai seorang muslim / muslimah maka sebenarnya ucapan tersebut baru-lah awal. awal dari perjalanannya menjadi seorang muslim/muslimah. awal perjalanannya mengejawantahkan syahadatain kedalam setiap sendi kehidupannya.

Dalam Perjalanan seorang muslim/muslimah pengucap syahadatain maka ada beberapa tahapan yang merupakan bentuk usaha pengejawantahan syahadatain dalam setiap sendi kehidupan. Syahadatain tidak bisa berhenti pada pengucapan ataupun berlanjut hanya sampai ikrar semata, ada perpanjangan lain dari pengucapan dan ikrar tersebut. tahapan-tahapan tersebut ialah :

1. Cinta

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab-nya raudhatul muhibbin efek dari kecintaan seseorang terhadap sesuatu / seseorang adalah ia selalu cenderung pada yang ia curahkan cintanya, ia selalu mengingat ingat pada yang ia sirami dengan cintanya, ia selalu ingin dekat pada objek sasaran cintanya. maka seseorang yang mencintai sesuatu / seseorang dapat terlihat dari laku perbuatannya dengan indikator yg disebutkan oleh ibnu qayyim al-jauziyah tersebut.
Bukti ucapan syahadatain seseorang harus-lah terwujud dalam limpahan cinta yang deras pada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Bukti ucapan syahadatain seseorang harus-lah menjadikan ia selalu cenderung pada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Bukti ucapan syahadatain seseorang haruslah terpahat jelas dan dalam pada ingatan kehidupannya sehingga Allah dan Rasulullah-lah ingatan pertama ketika ia lupa. Bukti Ucapan syahadatain seseorang harus-lah membuat ia melekat selamanya dengan ajaran Allah SWT dan teladan Rasulullah, kelekatan yang membuatnya tak bisa lepas dari-nya (Allah SWT & Muhammad SAW) dalam segala-nya.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Al-Baqarah : 165)

Kecintaan kepada syahadatain haruslah menjadikannya selayaknya buah manis nan harum, kenikmatan ketika dikonsumsi, mensehatkan ketika diolah tubuh. tak ada kesia-siaan sedikitpun padanya dan tak ada beban berat ketika menkonsumsinya. hanya kenikmatan  yang ada padanya.
Ketika ada sepercik rasa kesia-siaan dan beban berat terasa maka bukan syahadatain yang salah, tapi cinta seorang muslim/muslimah kepada syahadatain lah yang harus dibedah?? Adakah Noda dalam cinta pada syahadatain??

2. Ridha

Ketika Cinta pada syahadatain sudah subur dan bersih dalam diri seorang muslim/muslimah maka seharusnya-lah menjadikan ia ridha kepada konsekuensi cinta pada syahadatain. konsekuensi pengakuan Allah sebagai illah & rabb. konsekuensi islam sebagai dien. konsekuensi pengakuan Muhammad sebagai rasulullah.
Ridha terdefinisi sebagai penerimaan hati kepada apapun dan bagaimanapun ketentuan Allah yang teriringi keikhlasan dan ketaatan.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya (al-baqarah : 207)

Ridha terdefinisi sebagai penerimaan hati kepada apapun dan bagaimanapun aturan islam yang diikat kepada seorang pengucap syahadatain dan mencintainya.

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.  (Al-Imran : 19)

Ridha terdefinisi sebagai penerimaan hati kepada apapun dan bagaimanapun teladan Rasulullah dalam sunnah-nya yang mesti kita ikuti dalam lari, berjalan maupun merangkak.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.  (Al-Ahzab : 21)

Ketika cinta kepada syahadatain sudah bersemi maka ridha kepada Allah sebagai illah dan rabb, Islam sebagai dien-nya serta Muhammad sebagai rasulullah haruslah menjadi buah-nya yang ranum. cinta kepada syahadatin haruslah terbukti dengan keridhaan. ridha kepada Allah sebagai illah, Islam sebagai Agama dan rabb serta Muhammad sebagai rasulullah haruslah terlihat dalam kecintaan.
Pasrah bukan-lah ridha. pasrah tak terhias dengan ikhlas dan ketaatan, hanyalah keterpaksaan. sedang ridha terhias indah dengan ikhlas dan ketaatan. maka jangan sama-kan pasrah dengan ridha. tak ada cinta dalam pasrah. tak ada benci dan paksaan dalam ridha.

3. Tercipta Pengaruh Pada Diri

Ketika Syahadatain telah tumbuh dengan cinta hingga berbuah ridha yang ranum  maka seharusnya-lah tercipta pengaruh pada si pengucap-nya. pengaruh pada diri ini sebuah keniscayaan ketika cinta sudah tumbuh & ridha telah menjadi buah-nya.

Syahadatain harus-lah mempengaruhi hati hingga tumbuh dari-nya keyakinan akan segala sesuatu berdasar kehendak Allah, diatur dalam dien Islam dan diteladani Rasulullah Muhammad. tak ada keyakinan selain dari Allah, tak ada aturan selain dalam dien islam dan tak keteladanan terbaik selain dari Rasulullah Muhammad. dan dari keyakinan tersebut tumbuh niat-niat berdasar syahadatain.

إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٍ۬ سَلِيمٍ۬

kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (As-Syua’araa: 89)

Syahadatain harus-lah mempengaruhi akal hingga terbentuk darinya penunjuk pikiran dalam berpikir hingga terbentuk pula aturan-aturan hidup berdasar syahadatain

إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّہَارِ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ali-imran : 190)

Syahadatain harus-lah memberi pengaruh pada jasad hingga mengalir darinya bahan bakar dalam beramal yang kemudian menjadi setir dalam pelaksanaannya yang mengatur setiap amal-amal yang akan dikerjakan pengucap syahadatain.

Satu pemikiran pada “Syahadatain (Reshare)

  1. dan syahadatain kita ucapkan berulang ulang ketika sholat lima waktu. mungkin karena inilah, kenapa di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa sholat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
    Ketika Syahadatain telah tumbuh dengan cinta hingga berbuah ridha yang ranum maka seharusnya-lah tercipta pengaruh pada si pengucap-nya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s