Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir (I)

Ceritanya semester sekarang adalah semester terakhir (berdasar target saya & mudah-mudahan benar semester terakhir)  studi saya ditingkat sarjana. umumnya mahasiswa tingkat akhir, saya pun disibukkan dengan sebuah aktivitas bernama ‘Pengerjaan Skripsi’ (bahkan tidak jarang yang memplesetkannya menjadi ‘skripshit’ karena begitu menyita pikiran, waktu serta isi dompet dalam mengerjakan skripsi ini). dimulai dari mencari judul hingga pengajuan judul baru & pembuatan proposal skripsi sampai akhirnya diterimanya judul skripsi benar-benar menguras emosi bagi saya. dikatakan menguras emosi bukan karena mencari judul skripsi dan pengerjaan proposal skripsi tapi karena proses administrasi yang menguras emosi hingga kering dan panas (baca:marah). Tapi saya mencoba berpikir baik akan keputusan allah (ceritanya sok bijak) ada skenario indah.

Pikiran baik saya akan skenario indah allah ternyata diluar pikiran saya (memang benar allah menentukan sesuatu kadang diluar prakiraan tapi masih dalam batas yang bisa dinalar manusia), judul skripsi yang akhirnya diterima oleh kampus adalah judul yang awalnya hanya saya coba-coba saja (atas usulan seorang teman). ketika judul skripsi tersebut diterima dan saya pun bingung (ha.ha.ha..), bingung karena darimana saya harus memulai mengerjakannya dan  apa yang harus saya kerjakan (walaupun saya masih bisa melukis dalam pikiran saya apa akhir dari yang saya kerjakan). sekilas pikiran saya berkata : “Kayanya ga bakal ke garap ni skripsi”. pikiran tersebut muncul karena saya tidak tahu apa yang saya kerjakan dan karena tema dari judul skripsi tersebut bukan passion saya (ssssahhhh). 1 minggu lamanya pikiran tersebut berdengung-dengung di kepala saya membuat saya tidak bisa makan & tidur (ini hanya efek hasil hiperbola jari saja alias lebayy).

Tapi lagi-lagi skenario allah sangat terlalu indah bila harus dinalar dengan isi kepala saya yang tidak pintar. tidak sampai satu jam saya mencari bahan-bahan untuk mengerjakan skripsi saya materi inti pun didapat dan dengan tidak terlalu bersusah payah dan berkeringat darah (efek hiperbola dari jari lagi). secercah harapan pun muncul laksana matahari terbit saat embun membelai daun (sok puitis beut…) pesimis yang awalnya menghampiri sirna walaupun tidak seketika dan sempurna, tetapi setidaknya saya menyadari bahwa skenario allah benar-benar diluar dugaan yang kadang tidak bisa dinalar isi kepala manusia.

Maka malam ini saya bisa sedikit makan & tidur cukup nyenyak (masih efek hiperbola..) karena materi untuk pengerjaan skripsi saya sudah sedikit didapat. dan malam ini pula allah ‘menampar’ saya dengan skenario-Nya yang sebelumnya sudah kelewat saya paksakan seakan-akan skenario-Nya harus sesuai dengan keinginan saya (astagfirullah…)

angin malam memeluk anak manusia,
kesejukan malam sedikit meredakan lelah anak manusia
sinar rembulan membelai dan bintang-bintang mengintip seraya tersebyum

*dan saya pun bisa sedikit tenang membaca novel (pinjaman) The Casual Vacancy karya J.K Rowling diselingi Buku ‘menina bobo-kan’ berjudul Pengolahan Citra Digital (salah satu bahan untuk skripsi -_-“)…

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s