Modal Dari Langit

    Baru Saja saya membaca novel ibuk karya iwan setyawan. sekilas dari judulnya orang akan berpikir bahwa novel ini bercerita tentang kisah seorang ibu walaupun pada kenyataannnya ketika saya membaca novel ini tidak hanya cerita seputar ibu saja tetapi juga hal lain yang terangkai menjadi sebuah rangkaian pejuangan kehidupan sebuah keluarga. Novel ini dibuka dengan cerita pertemuan antara seorang gadis lugu dengan tatapan menyejukan dengan seorang playboy. yang kemudian keduanya akhirnya berikrar menjadi seorang suami istri dengan modal kenekatan menjalani hidup, dari sinilah cerita novel ini dimulai. ketika sang gadis lugu berubah menjadi seorang ibuk yang tegar dan mempunyai semangat dari masa lalu yang penuh keprihatinan. ia bertekad agar anak-anaknya kelak tidak seperti dirinya, ia bertekad agar anak-anaknya berpendidikan tinggi tidak seperti dirinya yg bersekolah sampai SD. perjuangan hidup pun dirasakannya, si gadis lugu bukan lagi yg lugu akan kehidupan tetapi telah bermetamorfosis menjadi seorang ibu yang tangguh sekaligus seorang istri yang tangguh.  hingga akhirnya tekad ibuk menjadi kenyataan, anak laki-laki satu-satunya yang tak pernah lepas dari dekapan ibuk. anak laki-laki satu-satunya yg takut bila ditinggal ibuk. anak laki-laki satu-satunya yang harus ditemani ibuk sepanjang waktu sekolah. anak laki-laki satu-satunya akhirnya harus berani jauh dari ibuk dan keluarga kecilnya yang hangat ditengah gunung batu yang dingin. anak laki-laki ibuk mendapatkan beasiswa berkuliah. ternyata setelah lulus kuliah karir bekerjanya sangat bagus dan penuh prestasi walaupun banyak cobaan ditengah perjalanannya. dari anak laki-laki nya lah keluarga ibuk menjadi makmur dan keluar dari segala kekurangan materi.

    Tulisan ini tidak akan membedah apalagi mediskusikan cerita novel ibuk karya iwan setyawan tetapi saya ingin sedikit membagi makna yang saya tangkap (walaupun sebenarnya banyak makna yg bertebaran tapi saya belum mampu menangkap seluruhnya. hanya sedikit yg mampu saya tangkap) mengenai modal kehidupan. mengenai modal kehidupan ini saya menjadi teringat buku karya jamil azzaini yang berjudul Kubik Leadership. di salah satu bab dalam buku Kubik Leadership ini dijelaskan bahwa ketika lahir sebenarnya allah sang maha pencipta telah memberikan modal kepada setiap anak manusia tanpa terkecuali. modal tersebut dapat berupa kekayaan/materil, berbentuk fisik si anak manusia, keadaan anak manusia dan bentuk lainnya. modal tersebut pun bisa berbentuk kelebihan atau dalam buku Kubik Leadership disebut modal plus atau berbentuk nol atau bisa juga berbentuk minus. modal kehidupan berbentuk plus contohnya kekayaan yang banyak, kecerdasan yang diatas rata-rata, wajah cantik/ganteng,sifat yang terpuji dan bentuk lainnya. modal kehidupan berbentuk minus contohnya kemiskinan, kekurangan fisik,kurang pintar,sifat yang tercela dan masih banyak lagi bentuk lainnya. sedangkan modal nol berbentuk segala rata-rata dalam kehidupan. Modal yang telah allah berikan inilah yang menjadi modal untuk kehidupan, apakah dengan modal yang telah allah berikan ini manusia menjadi manusia yang kaya dalam hal kehidupan ataupun akhirat/spiritual. tapi tidak serta merta pula modal plus maka otomatis manusia tersebut akan kaya/berhasil sampai akhir hayat & akhirat, atau tidak pula seseorang dengan modal minus akan menjadi miskin/gagal. hal tersebut tidak berlaku. tetapi yang menjadi kaidah akan modal kehidupan adalah bentuk modal apapun akan membuat manusia menjadi kaya/berhasil dunia akhirat dengan usaha & kerja keras, begitupula modal apapun akan membuat manusia menjadi miskin/gagal dunia akhirat dengan kemalasan. seperti itulah kaidahnya, sebuah kaidah kausalitas yang berlaku di seantero dunia ini. tanpa terkecuali.

    Ketika melihat seseorang yang awalnya miskin lalu menjadi berhasil pada akhirnya, Maka Jangan heran. karena ia telah berusaha & bekerja keras.
Ketika melihat seseorang yang mempunyai kekurangan fisik tetapi menjadi berhasil pada akhirnya dan menginspirasi. maka jangan heran. karena ia telah berusaha & bekerja keras untuk keluar dari keterbatasannya.
Begitupula ketika melihat sesorang yang mempunyai kekayaan, fisik yang diatas rata-rata tetapi pada akhirnya gagal dunia (bahkan akhirat) maka ia belum berusaha & bekerja keras. ia telah terbuai dengan modal yang telah allah berikan dalam kehidupannya.
Tetapi faktanya ternyata ada orang yang telah berusaha & bekerja keras tetapi belum menemui keberhasilan. kegagalan beruntun menghantamnya. sehingga muncul pertanyaan :
“Apakah benar dengan berusaha & bekerja keras kita akan berhasil, karena saya telah berusaha & bekerja keras masih gagal saja?”
Saya bisa katakan bahwa dengan berusaha & bekerja keras pasti kita akan mendapatkan keberhasilan. tetapi kita pun harus menyadari bahwa sang maha pemberi lah yg berhak memberikan keberhasilannya. yg berhak menentukkan bentuk keberhasilannya. yang berhak menentukkan jalan. ketika telah berusaha & bekerja keras dan belum berhasil maka bisa jadi sang maha pemberi masih menahannya karena mungkin manusia belum siap menerimanya, atau bisa jadi keberhasilannya bisa berupa bentuk lain yang tak disadari bahkan keberhasilan manusia bisa ditahan sampai meninggal dan diberikan di akhirat kelak. wallahua’alam. satu yang menjadi kepastian hasil dari usaha & kerja keras manusia tidak akan pernah hilang atau lupa diberikan oleh sang maha pemberi.

    Maka Cukuplah hidup dihiasi dengan usaha & kerja keras seraya bertawakkal kepada sang pencipta. tak perlu tambahan berupa umpatan, caci maki, kutukan & ratapan pada kehidupan. padahal sejatinya kitalah yang terlalu lembek sehingga kehidupan terasa sangat keras.

==== * ====

“Hujaman cahaya matari tertahan awan mendung, laksana mata panah tertahan perisai perang. bumi dirundung mendung. ada cucuran bening dari mata air perasaan. anak manusia menangis dilanda sedih”

RZ Alrifqi

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s