Ibu, Izinkanlah Anakmu Menikah

Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui!”
— Yaa Siin : 36 —

    Menikah merupakan sebuah sunahtullah kepada manusia  yang menjadikannya sebagai salah satu fase dalam kehidupan manusia. sebuah fase dimana manusia yang berlawanan jenis berikrar setia dan terikat janji sebagai pasangan suami istri. Sebuah fase membahagiakan tentu saja bagi masing-masing manusia yang berlawanan jenis tersebut. tetapi kadang ada balutan kesedihan ketika perayaan cinta tersebut digelar. Ya ada sebuah momen ketika orang tua masing-masing manusia tersebut harus berurai air mata melepas anak. Dan Mungkin yang paling bersedih adalah IBU.

    “Kenapa Ibu?”..

    Jelas rasanya ketika seorang ibu yang telah mengandung anaknya selama 9 bulan dengan berlelah dan begitu banyak pengorbanan yang telah beliau korbankan demi keselamatan dan kesehatan janin dalam perutnya, setelah janin menjadi seorang bayi pengorbanan seorang ibu masih berlanjut dan tidak kalah lelah-nya dengan pengorbanan ketika beliau mengandung. Dan pengorbanan tersebut terus berlanjut hingga sang bayi menjadi seorang anak manusia dewasa. pengorbanan waktu. pengorbanan materi dan pengorbanan perasaan. seakan hidupnya hanya berkorban untuk sang anak.

    Maka sangat jelas ketika seorang ibu sangat berat ketika harus mengantarkan anaknya menuju fase pernikahan, karena seakan-akan fase pernikahan adalah fase pemutus hubungan antara anak dan ibunya. walaupun kenyataannya tidak selalu seperti bahkan mungkin tidak sepertin itu. Layaknya seseorang yang berusaha mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dengan jerih payah yg sangat, maka ketika sesuatu tersebut lepas dari genggamannya maka ia akan dirundung kesedihan. seperti itu mungkin pemisalan seorang ibu (walaupun sebenarnya tidak sebanding bila dibandingkan dengan pengorbanan ibu kepada anaknya) ketika anaknya seakan lepas dari pelukannya untuk menuju fase pernikahan. seakan anaknya akan pergi jauh dari sampingnya. seakan kasih dan cintanya tidak bisa lagi dicurahkan kepada anaknya. seakan anaknya tidak akan pernah membelai lembut diri-nya.

    Maka kadang karena perasaan seperti ini-lah seorang ibu seakan tidak pernah mau atau berat ketika anak-nya mengucapkan kalimat kepada-nya :
“Bu, Aku Ingin Menikah”..
Ketika itu, mungkin perasaan si ibu tidak karuan karena seakan ucapan anaknya seperti kalimat awal dari narasi perpisahan dengan anaknya. maka kadang si ibu memberikan beribu alasan agar si anak mengurungkan atau mengundur niatan untuk menikah tersebut.
“kamu belum mapan pekerjaannya nak…”
“Yakin..Nikah itu ga gampang lho…”
“Kamu belum siap nak…”
“Kamu masih kuliah nak…”
Seakan banyak alasan yang telah ibu pikirkan dan sampaikan kepada anaknya hanya agar niat si anak untuk menikah diurungkan semata-mata bukan karena ibu tidak mau anaknya menikah tetapi karena ibu tidak mau melepaskan anaknya dari belaiannya. tidak mau anaknya jauh dari dekapannya. tidak mau ketika ibu tidak bisa memeluk hangat anaknya. Seakan ibu tidak mau anaknya mencurahkan cinta & kasih selain kepadanya.

    Sungguh ibu, anakmu tidaklah akan mencampakkanmu ketika kelak menikah. anakmu menyadari bahwa engkau begitu menyayangi anakmu. dan anakmu pun menyayangi mu walaupun tidak seperti sayang-mu kepada anakmu. Menikah bukanlah awal dari perpisahan mu wahai ibu dengan anakmu. biarkanlah anakmu mengecap pengalaman hidup yg lebih dengan pernikahan. rasa sayang & cinta anakmu tidak akan berkurang atau terbagi ketika anakmu menikah, bahkan rasa sayang & cinta anakmu mungkin berkali lipat. Biarkanlah anakmu mengecap lebih rasa kehidupan dengan menikah.

   Maka Ibu Izinkanlah Anakmu Menikah…

2 pemikiran pada “Ibu, Izinkanlah Anakmu Menikah

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s