Surat Pamungkas

Seperti sudah menjadi hal yang lumrah Dalam sebuah film kungfu/laga, bila seorang pendekar dalam film tersebut mempunyai sebuah jurus pamungkas yang hanya akan dipakai ketika terdesak. Jurus pamungkas yang dipunyai pendekar tersebut biasanya sangat sakti dan lebih hebat dibanding jurus-jurus yang ia gunakan sebelumnya. Apabila pendekar menggunakan jurus tersebut maka musuh-musuhnya akan ketakutan menghadapi jurus sakti pendekar tersebut bahkan tidak jarang dengan jurus pamungkas pendekar tersebut akan menang melawan musuhnya yang paling hebat sekalipun

Apabila dalam sebuah film laga seorang pendekar mempunyai jurus pamungkas, maka dalam shalat pun ada surat-surat alquran yang dijadikan “surat pamungkas”. Tidak Jauh Berbeda dengan jurus pamungkas yang dipunyai seorang pendekar, surat pamungkas yang dibaca dalam shalat pun digunakan ketika keadaan mendesak. Surat-surat pamungkas tersebut diantaranya adalah : surat an-naas, al-falaq, al-ikhlas, al-‘ashr dan surat-surat pendek lainnya yang kebanyakan merupakan surat dalam juz ke-30 alquran (juz ‘amma).

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan pembacaan surat-surat pendek tersebut dalam al-quran, karena pada dasarnya surat-surat tersebut pun memang bagian dari al-quran. Hanya saja ternyata surat-surat pendek tersebut sangat sering dibaca dalam shalat, terutama shalat yang mengharuskan memaca secara dzahir (shalat shubuh, maghrib & isya). Pembacaan surat-surat pendek (tanpa bermaksud mengecilkan surat-surat tersebut) yang hampir dalam rakaat shalat seperti menjadi semacam tanda bahwa orang yang sedang beribadah shalat tersebut “hanya” hafal surat-surat tersebut saja. Padahal al-quran mengandung banyak surat & ayat sehingga membuat seseorang yang beribadah shalat mempunyai banyak opsi untuk membaca surat ketika shalat.

Memang tidak ada perintah/kewajiban untuk menghafal al-quran, serta tidak ada pula pengharaman menghafal al-quran. Tapi apa salah-nya menghafal al-quran karena mendatangkan manfaat & pahala (insyaallah) walaupun tidak perintah yang mewajibkan untuk menghafal alquran. Apabila tidak bisa menjadi seorang hafidz alquran (penghafal 1 alquran) maka setidaknya 1 juz saja cukup agar ketika menjalankan ibadah shalat banyak opsi surat yang bisa dibaca.

Seorang Pendekar terdesak oleh musuhnya maka ia mengeluarkan jurus pamungkas, tetapi bagi seseorang yang beribadah shalat maka jangan menjadikan surat-surat pendek sebagai pamungkas ketidak hafalan dirinya pada surat selain surat-surat pendek dalam alquran.

#SebuahMuhasabahDiri

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s