Mengutuki Hidup

Tahukah Bahwa hidup dengan berbagai problematikanya berawal dari pilihan setiap manusia. Pilihan manusia-lah yang membuat alur kehidupan yang dialaminya seperti sekarang ini. Jangan menyalahkan takdir. Atas nama takdir yang telah terjadi maka manusia berani mengutuki kehidupannya saat ini, seakan takdir-lah yang menentukan segala kejadian dan realitas dalam kehidupan sedangkan manusia hanya berpasrah menerima-nya. Manusia bukanlah mahluk yang hanya berpasrah menghadapi hidup, sebaliknya justru manusia memiliki keleluasaan memilih dan menentukan alur kehidupannya sedangkan takdir hanya rahasia. Manusia bukan-lah malaikat yang tidak jenuh menjalankan aktifitas tanpa pilihan atau manusia bukanlah binatang yang hanya hidup dengan insting alami semata. Manusia mempunyai pikiran dan kebebasan untuk memilih. Manusia bebas memilih menjadi binatang yang hanya hidup sejalan insting alami semata, manusia bebas memilih menjadi setan yang berbuat kenistaan, manusia bebas memilih menjadi seperti malaikat yang tidak punya kebebasan memilih atau manusia bebas memilih menjadi manusia dengan pilihan yang ia sendiri yang menentukannya.

Banyak Manusia yang mengutuki hidup karena tidak merasa bahagia dengan keadaanya sekarang. Ia seperti orang bodoh yang mencela orang lain atas keadaanya diri sendiri, padahal sejatinya pilihannya sendiri-lah yang menjadikan keadaan diri-nya sendiri menjadi sekarang ini. Ia seakan tidak menyadari bahwa dirinya sendiri-lah yang membuat keadaan dirinya menjadi sekarang ini. Ia seakan mencari pembenaran atas pilihannya dimasa lalu yang membuat keadaan buruk dirinya saat ini.

Janganlah mencari pembenaran akan keadaan buruk saat ini, sebanyak apapun alasan pembenaran pasti akan berujung pada satu alasan yaitu pilihan. ya pilihan. sesuatu yang membedakan manusia dengan binatang bahkan dengan malaikat sekalipun. sesuatu yang bisa membuat manusia menjadi malaikat, iblis atau binatang sekalipun. Tak Pelak maka pilihan manusia menentukan perbuatan yang juga menentukan kondisi dimasa depan, pilihan ibarat kendaraan yang mengantarkan manusia sepanjang perjalanan menuju tujuannya. Baik buruknya kendaraan pilihan bergantung pada kejelian manusia dalam memilih.

Maka hanya orang bodoh yang akan mengutuki nasib dan hanya orang bijak & cerdas yang akan membuat pilihan terbaik & siap menerima apapun konsekuensi dari pilihannya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s