Ujian Untuk Belajar, Bukan Belajar Untuk Ujian

Musim Ujian dikampus, maka musim mahasiswa membuka kembali catatan-catatan perkuliahan di kelas. Sebuah Ujian merupakan sebuah kewajaran dalam proses belajar (Bahkan kehidupan pun mempunyai ujian juga), karena ujian bisa menjadi tolak ukur seorang pelajar akan pemahaman mengenai segala ilmu yang telah diberikan seorang pengajar. dari mulai tingkat SD hingga Mahasiswa pun pasti akan mengalami ujian. UN (Ujian Nasional) bagi SD, SMP dan SMA merupakan ujian akhir ditingkat-nya untuk menguji pemahaman & penguasaan ilmu yang telah didapat pelajar selama ia belajar ditingkat pendidikan tersebut. bagi mahasiswa pun pasti mengalami ujian yang mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk menguji pemahaman & penguasaan ilmu yang didapatnya dari dosen di ruang-ruang kuliah. UTS hingga Sidang skripsi / Tugas akhir merupakan tahapan ujian bagi seorang mahasiswa.

Belajar merupakan sebuah keharusan bagi seorang pelajar ketika akan berhadapan dengan ujian, tanpa belajar maka sudah bisa dipastikan seorang pelajar akan “mati kutu” ketika sudah menghadapi baris-baris soal ujian. Akan tetapi ketika berbicara mengenai belajar saat musim ujian, muncul sebuah pertanyaan : apakah Ujian untuk Belajar ataukah belajar untuk Ujian?

Teringat sebuah kalimat saat dipesantren dulu ketika musim ujian datang kalimatnya adalah :

“alimtihaan litta’aalum, laysatta’aalum lilimtihaan”

” Ujian Untuk Belajar, Bukan Belajar Untuk Ujian”

Sebuah kalimat dari kearifan dunia pesantren. kalimat yang terdiri dari 2 kata yang berbeda makna. Sebuah kalimat yang mencoba memberikan kesadaran & persepsi berbeda mengenai ujian dalam proses belajar sehingga tidak lagi ujian dipahami sebagai sebuah hambatan agar mencapai tahap selanjutnya dalam tahapan belajar. Kalimat tersebut mencoba memberikan kesadaran & pemahaman mengenai proses belajar ketika menghadapi ujian. Bahwa seharusnya momen ujian haruslah dijadikan ajang oleh seorang pelajar untuk belajar lebih mendalam mengenai pelajaran/ilmu yang sebelumnya diberikan sang pengajar, bukan malah sebaliknya yaitu belajar dijadikan sebagai proses agar bisa menjawab “saja” baris-baris soal ketika ujian.

Ketika momen ujian dijadikan ajang untuk mempelajari & memahami lebih mendalam berbagai pelajaran/ilmu yang sebelumnya diberikan pengajar maka akan memberikan efek pemahaman yang lebih luas & mendalam yang bahkan mungkin melebihi apa yang telah diberikan oleh pengajar karena apa yang niatkan adalah pemahaman akan pelajaran/ilmu. Sebaliknya bila momen belajar dijadikan oleh pelajar sebagai sebuah proses agar ketika ujian ia lancar mengisi jawaban maka pemahamannya benar-benar akan dibatasi hal-hal yang telah diajarkan semata oleh pengajarnya bahkan mungkin kurang karena ia hanya mempelajari saja apa yang ia pikir akan terdapat pada soal-soal ujian.

Perbedaan niat dalam belajar menghadapi ujian benar-benar memberikan perbedaan yang cukup besar. niat yang pertama (Ujian Untuk Belajar) memberikan kesan seorang pelajar benar-benar seperti seorang yang haus akan ilmu sehingga ia sebisa mungkin mereguk ilmu yang lebih dari apa yang ia dapat dari pengajar, sedangkan niat yang kedua (Belajar Untuk Ujian) benar-benar sangat pragmatis karena hanya terbatas pada batasan yang ia dapat dari pengajar & yang ia kira akan muncul dalam soal-soal ujian. Bisa jadi pula niat kedua ini  yang melanggengkan fenomena mencontek sampai saat ini, karena seorang pelajar melakukan berbagai cara agar ia “sekedar” mampu menjawab soal-soal ujian tanpa memahami ilmu/pelajaran. Berbeda ketika niat pertama yang tertancap dalam hati seorang pelajar, maka ia akan melakukan berbagai hal agar ia memahami lebih berbagai pelajaran/ilmu yang diberikan oleh pengajar karena yang ia niatkan adalah pemahamahan bukan semata nilai.

Maka untuk seorang pelajar jadikanlah momen ujian untuk belajar sehingga berefek pada pemahaman yang lebih mendalam, dan jangan jadikan belajar untuk ujian atau semata agar bisa menjawab soal-soal ujian karena hanya memberikan pelajaran/ilmu yang terbatas pada apa yang harus dipelajari agar bisa menjawab soal ujian & mendapatkan nilai bagus tapi tanpa pemahaman ilmu.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s