Untuk-mu Pengecut

    Beberapa waktu yang lalu saya menghadiri kegiatan organisasi ketika saya berkuliah diploma dulu. sebuah organisasi yg  telah menempa saya seperti saat ini, organisasi yang sedikit banyaknya telah mengubah pandangan hidup saya 180 derajat. Maka bisa dibilang organisasi tersebut sangat berjasa mengantarkan saya ke jalan yang lebih baik dari jurusan kehidupan saya yang sebelumnya seakan tersesat tanpa arah.

    Kegiatan di organisasi tersebut berupa serangkaian kegiatan pembacaan LPJ (Laporan pertanggung jawaban), pembahasan AD/ART, pemilihan ketua organisasi yang baru & serah terima jabatan. Rangkaian kegiatan tersebut terangkum menjadi sebuah Musyawarah Besar (entah kenapa disebut musyawarah besar? sampai saat ini saya belum menemukan jawabannya). rangkaian kegiatan yang lazim bagi sebuah organisasi manapun yang membutuhkan regenerasi kepemimpinan & kepengurusan guna menyegarkan gerak organisasi tersebut tetapi masih dalam frame tujuan yang sama. 

    Hari itu saya telat datang di kegiatan mubes tersebut, karena terlebih dahulu ada kegiatan lain yang penting juga. Ternyata ketika saya datang & saya mengira datang sangat terlambat, kegiatan mubes tersebut baru saja dimulai.

” Baru mulai acaranya juga…” kata duet maut saya (tidak bisa sebut nama)…

Padahal sepengetahuan saya kegiatan mubes dimulai pukul 8 pagi. Tapi tak apalah pikir saya, karena terlambat ataupun tepat waktu yang lebih penting adalah kegiatan yang sukses. Tetapi ada satu hal yang membuat saya sangat kecewa dan sedikit emosi. Satu hal yang membuat kegiatan tersebut dalam pandangan saya seperti kegiatan mubes yang tidak lazim atau cacat dan seharusnya kegiatan tersebut tidak bisa diteruskan. Hal yang mengganggu saya tersebut adalah ketidak hadiran kepala organisasi-nya (bukan sebutan jabatan organisasi yang sebenarnya)

    Ketiadaan kepala organisasi tersebut membuat saya sedikit kecewa & emosi, walaupun alasannya cukup dapat dimaklumi yaitu sakit tapi tetap saja bagi saya kegiatan mubes menjadi cacat. hanya ada 2 pilihan ketika itu dalam pikiran saya : si kepala organisasi harus tetap hadir dengan asumsi sakit-nya tidak parah, kalau hanya demam saja masih bisa menurut saya untuk menghadiri mubes. atau pilihan kedua mubes diundur, karena kegiatan mubes membutuhkan kepala organisasi yang sebelumnya.

    Jujur saja alasan sakit tersebut saya tidak bisa menerimanya, terkecuali bila sakit-nya benar-benar sangat parah. tapi bila hanya sakit demam biasa atau flu saja, menurut saya masih bisa untuk menghadiri kegiatan yang cukup penting tersebut. Maka ketika saya berpikir tentang kondisi yang terjadi ini, berkelebat sebuah kata dalam kepala saya yaitu kata : Pengecut.

” Pengecut Bener sih, tidak malu-kah dengan anggota-nya yang lebih berani datang dengan segala resiko & kesiapannya..kaya gini nama kepala organisasi…” begitu pikir saya

    Saya sendiri sebenarnya cukup tahu kondisi persiapan dari kegiatan mubes tersebut, yang menurut saya sebuah persiapan yang kurang & seperti seadanya. Bahkan awalnya menurut panitia pelaksana tidak akan ada pembacaan LPJ dengan beberapa alasan.

“Apa-apaan Mubes tanpa ada pembacaan LPJ..” pikir saya

Tetapi setelah didesak akhirnya ada pembacaan LPJ, walaupun mungkin dengan deadline penyusunan LPJ yang sangat mendesak dan waktu yang pendek. Tapi tetap saja  LPJ sebuah organisasi Wajib hukumnya sebagai bentuk pertanggung jawaban akan kinerja selama satu tahun juga sebagai bentuk upaya evaluasi sehingga kepengurusan selanjutnya bisa memperbaikinya. Maka saya sedikit menebak mungkin alasan LPJ ini yang membuat si kepala organisasi tidak bisa hadir selain alasan sakit. Saya menebak seperti itu bukan tanpa dasar tetapi dari si kepala organisasi tersebut lah ide mubes tanpa LPJ diputuskan dengan alasan bahwa kegiatan-kegiatan selama satu tahun kepengurusannya banyak yang tidak terlaksana.

” Tapi sudahlah..biarlah kepengecutannya terus dia pelihara dan tumbuh,biarlah suatu saat ada hikmah yang bisa dia dapat..”

    Ketika itu saya tidak mau tenggelam lebih dalam pada emosi & kekecewaan, saya coba mengihibur perasaan saya dengan sikap apresiatif yang ditujukan bagi panitia dan pengurus yang dengan rela & berani hadir diacara mubes tersebut (ketika itu hari ahad). saya melihat raut muka lelah tapi dibalut rasa tanggung jawab & semangat (2 buah rasa yang sepertinya tidak dipunyai oleh si kepala organisasi) yang membuat saya sangat optimis organisasi yang telah membesarkan saya itu menjadi organisasi yang lebih besar & disegani. saya optimis itu terjadi.

Dan untuk pengecut saya berharap tersadarkan dari keburukannya dan menjadi pribadi yang tidak lagi seorang pengecut. saya harap itu terjadi.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s