Antara Saya Dan Sepeda Motor

    Sebenarnya saya tidak mau untuk menceritakan bagian hidup saya yang ini, terlalu malu untuk menceritakannya kepada dunia. cerita yang bisa menjadi bahan lelucon yang sangat miris & memalukan bagi saya. Tapi saya terpaksa juga untuk menceritakannya dalam bentuk tulisan. Karena saya merasa ada hikmah yang terkandung dibagian hidup saya yang satu ini. Maka akhirnya saya memutuskan untuk menumpahkannya menjadi sebuah tulisan.

    Bagian hidup yang menurut saya cukup memalukan tersebut adalah mengenai mengendarai sepeda motor. Jujur saja sampai selesai berkuliah Diploma disalah satu perguruan tinggi dibandung, saya belum bisa dengan lancar mengendarai motor. hal yang cukup memalukan bila dibandingkan dengan anak-anak SMP bahkan SD yang dengan lugasnya mengendarai sepeda motor, atau bahkan perempuan-perempuan yang juga cukup mahir mengendarai sepeda motor. sedangkan saya??. pernah saya ditertawakan oleh teman-teman & kakak tingkat saya karena ketidak mampuan saya mengendarai sepeda motor. Masih ingat betul perkataan Senior saya yang kebetulan juga aktivis Dakwah dikampus  
“Masa Ikhwan Ga Bisa Pake motor, Rasullah kan nyuruh kita bisa menunggang kuda. nah kalau sekarang kuda itu adalah kendaraan seperti motor.Jadi Ikhwan mah kudu bisa pake motor atuh.” begitu perkataan Senior tingkat saya tersebut.
Ketika itu saya sama sekali tidak merasa tersinggung tetapi justru ada sedikit motivasi yang diberikannya kepada saya. karena saya  tahu kalau senior saya tidak bermaksud menyinggung saya tapi justru memotivasi saya untuk mahir berkendara sepeda motor.

    Sebenarnya bukan saya tidak bisa sama sekali bersepeda motor, tapi saya belum terlalu lancar & sedikit ada rasa takut ketika harus mengendarai sepeda motor. takut jatuh, takut menabrak, takut keserempet dan masih banyak ketakutan-ketakutan yang membayangi pikiran saya. Dan juga bukan saya tidak mencoba belajar mengendarai sepeda motor, saya pernah belajar beberapa kali tapi rasa malas sering bahkan selalu membayangi saya, membuat saya kadang enggan untuk belajar mengendarai sepeda motor lagi. Walaupun ketika itu saya menyadari dengan kemahiran bersepeda motor akan memberikan manfaat. manfaat ongkos yang lebih hemat dan efektifitas waktu perjalanan. tapi tetap saja rasa malas untuk belajar mengendarai motor masih mehinggapi diri saya.

    Tetapi ketika saya sudah mulai bekerja & meneruskan kuliah ke jenjang sarjana, saya semakin menyadari bahwa mahir berkendara motor benar-benar sangat saya perlukan. selain untuk penghematan uang juga karena saya kuliah malam, sehingga kadang harus pulang cukup larut. Maka pada saat itulah saya bertekad untuk mahir berkendara motor. Maka mulailah Saya belajar lagi berkendara motor tetapi dengan sedikit nekad tanpa ada yang mendampingi ketika belajar mengendarainya, kenekadan saya sampai puncaknya ketika saya dengan keberanian mengendarai sepeda motor dijalan raya yang cukup banyak kendaraan yang lalu lalang awalnya saya cukup takut dan was was, tetapi seiring intensitas saya mengendarai motor membuat ketakutan dan rasa was-was yang awalnya sering dirasakan hilang dengan sendirinya. Dan sekarang saya bisa dibilang sudah cukup mahir, tidak ada lagi ketakutan-ketakutan dan rasa was was lagi yang dulu saya rasakan. bahkan saya sekarang sedikit berani untuk berkendara motor dijalan raya dengan kecepatan yang cukup tinggi atau sering disebut ngebut.

    Menurut saya ada sebuah hikmah besar pada bagian hidup saya yang satu ini. sebuah hikmah mengenai kemampuan diri kita & hal-hal yang membuat batasan untuk perkembangan diri kita. Pada dasarnya kita bisa melakukan apa pun yang kita ingin lakukan asalkan ada tekad untuk melakukannya. bahkan terkadang tekad tersebut bertransformasi menjadi bentuk nekad. Ketika dulu saya belum bisa mengendarai sepeda motor, mungkin tekad saya belum besar dan banyak hambatan-hambatan psikologis dalam diri saya yang menghambatnya. tapi ketika saya merasa mahir berkendara sepeda motor itu penting, maka tekad saya pun terus membesar dan berubah menjadi semacam kenekadan agar mahir berkendara motor. Seorang Trainer pernah berkata : “Ketika kita kecil, tanpa putus asa kita mencoba berdiri & berjalan. walaupun sering jatuh tapi kita tetap berusaha dan hasilnya sekarang kita bisa berlari. tetapi kenapa semangat ketika masa kecil tersebut seakan telah sirna dalam diri kita??”

    Jadi Menurut hikmah pada cerita dari bagian hidup saya tersebut, kita sebenarnya bisa melakukan apapun & merealisasikan apapun keinginan kita selama kita punya tekad untuk melakukannya. Dan harus disadari pula kadang ada hambatan internal diri kita yang menghambat tekad kita tersebut, namun hambatan tersebut jangan sampai benar-benar mencekik & mengancam diri kita untuk tidak merealisasikan tekad tersebut.

    Semoga bermanfaat.Wallahua’alam..

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s