Seperti Itu-kah Calon Pasangan Hidupmu?

    Ada sebuah hal yang menurut saya cukup menarik & sedikit saya tergelitik ingin menumpahkannya menjadi sebuah tulisan yang sedikit beraroma kritikan (mudah-mudahan tidak ada hati yang tersakiti). beberapa saat yang lalu saya melihat foto profile facebook akhwat (baca:perempuan) yang dihiasi dengan sebuah gambar kartun dengan figur satu orang ikhwan dan satu orang akhwat yang terkesan seperti seorang pasangan suami istri. ternyata bukan hanya akhwat tersebut yang memasang foto profile tersebut tetapi saya pun menemukan akhwat lain yang memasang gambar kartun serupa untuk foto profile hanya saja sedikit berbeda gambaran karakternya.

    Yang membuat saya sedikit tergelitik adalah karakter si ikhwan (baca : Laki-laki) pada gambar kartun tersebut yang sama persis(untuk gambar akhwat pasti sama, dengan kerudung yang menutup auratnya jadi saya tidak tergelitik untuk menumpahkan dalam tulisan beraroma kritikan). gambar si ikhwan tersebut sama-sama digambarkan sebagai seorang ikhwan yang memakai kaca mata, berjenggot & gaya rambut yang disisir kesamping. Apakah seperti itu gambaran fisik seorang ikhwan calon suami idaman akhwat-akhwat?

    Kalau memang seperti itu, maka apakah yang menjadi pertimbangan seorang akhwat menjadikan suami ikhwan hanyalah fisik semata?. karena tidak semua ikhwan mempunyai gambaran seperti itu. mungkin ada ikhwan yang lebih pantas bila rambutnya plontos ataupun gondrong, tetapi masih dalam batasan sopan dan tidak menyerupai akhwat. atau tidak semua ikhwan memakai kaca mata dan mempunyai janggut karena alasan tertentu.

    Bila memang seperti ikhwan calon suami yang di idam-idamkan maka banyak ikhwan yang sangat jauh dari gambaran tersebut dan secara tidak langsung berarti tidak sesuai dengan apa yang diidamkan oleh akhwat untuk dijadikan sebagai suami. Bila fisik yang menjadi faktor penentu seorang ikhwan layak dijadikan suami oleh seorang akhwat, maka rasanya proses ta’aruf antara ikhwan dan akhwat sudah tidak lagi dibutuhkan. cukup dengan sekali lihat maka bisa diputuskan apakah seorang ikhwan layak dijadikan suami. tapi bukankah proses ta’aruf adalah proses untuk mengenali lebih jauh calon suami atau istri, bukan hanya sekedar mengenali fisiknya (paling tidak itu yang saya ketahui, karena saya belum pernah merasakan proses bernama ta’aruf tersebut) tetapi lebih dari itu.

    Kritikan ini bukan hanya saya buat untuk para akhwat tetapi juga para ikhwan. Harus saya akui, saya sebagai seorang ikhwan yang mencari calon istri kelak (belum sekarang) pasti juga mempertimbangkan fisik calon istri saya kelak. apakah cantik atau kurang cantik? tetapi saya (dan ikhwan-ikhwan) pun harus menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih berharga dibanding fisik semata yaitu ketaqwaan. dan saya (dan ikhwan-ikhwan) pun harus menyadari bahwa fisik suatu saat nanti (sebuah kepastian) akan menua, keindahan fisik tidak bertahan selamanya. akan ada suatu masa dimana fisik akan menua tidak seindah dulu lagi. berbeda dengan ketaqwaan yang bisa terus langgeng bila dijaga keindahan dan kesuciannya.

    Maka saya bertanya : “Seperti itukah calon Pasangan Hidup-mu?? “

Satu pemikiran pada “Seperti Itu-kah Calon Pasangan Hidupmu?

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s