(Memang)Tarbiyah & Dakwah Telah Mengalihkan Duniaku

    Kemarin sore kali pertama setelah cukup lama saya tidak menjadi seorang pementor adik-adik mentor saya dikampus terdahulu saya berkuliah (D3 MIPA UNPAD). Ada sebuah kesan yang berbeda ketika itu dibanding sebelum-sebelumnya, bukan karena saya sudah lama tidak menjadi pementor tetapi karena alasan lain yang membuat saya seakan bernostalgia ketika pertama kali saya berkenalan dan tenggelam dengan pusaran kebaikan yang bernama tarbiyah. Ada sebuah semangat & antusiasme baru yang lebih meletup hebat dari dalam diri saya, ketika memulai mementor adik-adik saya walaupun ketika pertemuan pertama saya dengan mereka & ketika itu kami hanya sekedar bertaaruf/berkenalan. Dimulai dari saya perkenalan dimulai, saya perkenalkan seputar diri saya & saya sampaikan pula apa cita-cita saya kepada mereka dengan harapan semoga cita-cita saya menjadi semacam katalis akan cita-cita / kesuksesan mereka yang lebih hebat dibanding apa yang saya punyai. kemudian perkenalan diteruskan kepada adik mentor saya satu persatu, ketika mendengar penjelasan mengenai diri mereka & apa cita-cita mereka-lah ada sedikit rasa gemetar & kagum dalam diri saya. sebuah rasa yang muncul karena saya menyaksikan manusia-manusia yang mempunyai cita-cita yang begitu tinggi (menurut ukuran saya), sebuah rasa yang bisa saya katakan baru pertama kali saya alami ketika berhadapan dengan adik-adik mentor saya. “Mereka calon orang hebat & sukses” pikir saya.

    Ketika pertemuan pertama mentoring ini berakhir, saya sempat tersadar & berpkir ditengah perjalanan pulang saya menuju rumah. saya sempat tersadar bahwa tanpa saya sadari berbagai permasalahan & kekecewaan yang beberapa hari belakangan ini muncul seakan sirna tergantikan dengan sebuah semangat & antusiasme berbuat baik & berusaha menjadikan diri saya sebagai katalisator berbagai cita-cita, cerita kehebatan & kesuksesan mereka kelak. tapi kadang muncul juga pikiran dalam diri saya, “Apakah saya bisa menjadi pementor yang baik, yang menjadikan adik-adik mentor saya menjadi orang hebat?” begitu pikirku. Tetapi saya tidak terlarut dalam pikiran pesimis tersebut, saya tetap optimis saya menjadi pementor yang baik yang menjadikan adik mentor saya menjadi orang hebat & sukses. Saya Yakin Itu!!!

    Bisa dibilang saya menjadi pementor adalah salah satu bagian dalam hidup saya yg telah allah rencanakan dalam rangkaian kebaikan bernama Tarbiyah dan Dakwah Islam selain saya juga menjadi seorang yg dimentor/mutarabbi. saya sangat bersyukur saya bisa tenggelam dalam pusaran kebaikan ini, walaupun pada awalnya saya tenggelam karena sebuah kebetulan atau saya lebih suka menyebutnya “Dijerumuskan” oleh 2 aktor penting yaitu : Kang Heri Indriyadi Noor & Yandi Purnawijaya (Dijerumuskan yang dimaksud memang terkesan berkonotasi negatif, tetapi saya lebih menyukai karena memang seperti ada-nya).

    Kang Heri Indriyadi Noor saya gelari (gelar dari saya pribadi) dengan “Murabbi Perdana” karena beliau-lah murabbi perdana/pertama saya ketika pertama kali terjerumus kedalam pusaran kebaikan Tarbiyah dan dakwah islam ini, sedangkan Akh Yandi Purnawijaya (tanpa embel-embel kang karena walaupun beliau kakak tingkat saya, tetapi dari segi umur saya lebih unggul ^_^) adalah salah satu aktor dibalik “terjerumusnya” saya menjadi seorang Ketua DKM Ibnu Rusyd, padahal saya tidak pernah aktif atau bahkan bukan pengurus DKM Ibnu Rusyd sama sekali (sebuah rencana Allah melalui tangan hambanya, yang benar-benar diluar perkiraan saya sebagai manusia). Dikemudian hari Akh Yandi ini menjadi partner saya menjalankan roda tarbiyah dan Dakwah Islam dikampus DIII MIPA. saya merasakan betul bekerja sama dengan beliau, pada awalnya berdua menjalankan roda tersebut berkembang menjadi 3, 4, 5 dan lebih banyak lagi ( masih ingat kah  bos??? Perjuangan melelahkan tapi penuh barokah. semoga kita bertemu dijannah-Nya kelak). Mereka berdualah ke 2 aktor penting dibalik “terjerumusnya” saya kedalam pusaran kebaikan ini. saya sangat bersyukur karenanya. karena mungkin bila saya tidak “terjerumus” kedalamnya, bisa jadi saya masih seorang Mantan Santri yang dengan kepongahannya mengganggap diri telah menguasai ilmu agama & dekat dengan Allah  sehingga tidak perlu lagi mempelajari ilmu agama & berusaha lebih dekat dengan allah karena sejatinya saya masih seorang “Santri gagal” (sangat sedih, ternyata 4 tahun ditempa didalam pondok segala ilmu agama yang saya terima seakan menguap begitu saja ketika mulai bergesekan dengan kehidupan “sebenarnya” diluar pondok). saat ini mungkin saya masih bermesraan dengan dosa dan maksiat, saat ini mungkin saya terpelosok lebih dalam kedalam lubang hitam pekat bernama penyesalan dan saya tidak bisa mencapai cahaya hangat bernama taubat. Tetapi ternyata Allah masih mencintai saya sebagai hambanya, cinta allah ditunjukkan dengan sebuah rencana tak terduga melalui 2 tangan hambanya bernama : Kang Heri Indriyadi Noor & Akh Yandi Purnawijaya.

    Begitulah keterjerumusan saya yang tak terduga telah membuat saya bisa mengenal & tenggelam didalam pusaran kebaikan bernama Tarbiyah dan Dakwah Islam yang juga Mengalihkan Duniaku. dunia yang awalnya hitam pekat dengan dosa dan maksiat, terjernihkan oleh Tarbiyah dan Dakwah Islam.

    Memang Tarbiyah dan Dakwah Mengalihkan Duniaku

NB : saya ucapkan terima kasih kepada kepada murabbi-murabbi saya yang sangat hebat dan super sekali yang tidak bisa saya sebutkan karena itu sebuah TOP SECRET bagi saya. khusus bagi murabbi saya saat ini yang saya sering sebut dengan “SANG MURABBI” (yang lagi-lagi tidak bisa saya sebut namanya karena sebuah “TOP SECRET” pula) saya selalu berdoa untuk disegerakan jodoh-Nya & dimudahkan rezekinya..amiin..^_^..

2 pemikiran pada “(Memang)Tarbiyah & Dakwah Telah Mengalihkan Duniaku

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s