From Losers To Be Winners

“Manusia bisa dihancurkan, tapi tidak bisa dikalahkan …”

    Kalimat itu merupakan kalimat dari cover novel Lelaki tua dan Laut karya Ernest Hemingway pemenang Nobel Sastra (Pulitzer Prize). hadiah nobel bukanlah sebuah penghargaan biasa-biasa saja tetapi sebuah penghargaan tingkat dunia dengan penilaian cukup ketat. Diganjarnya Novel karya Ernest Hemingway ini dengan penghargaan Nobel sastra menunjukkan bahwa novel bukanlah novel biasa.

    Sebenarnya sudah sejak lama saya membeli novel ini, tapi belum sempat untuk membacanya hingga selesai. entah suatu yang saya rencanakan ataukah memang sebuah suratan takdir Allah saya sangat ingin membaca novel ini hingga dengan antusias. Tapi saya lebih ingin menyebutnya sebuah suratan takdir Allah yang telah direncanakan untuk menghapus sedikit rasa “Losers” dalam diri saya dengan hikmah dalam novel ini (begitulah hikmah, kita tidak pernah bisa menebak dan menentukan dari mana munculnya, tapi kita hanya bisa mengambilnya).

    Belum saya mulai membaca novel ini, rasa “Losers” dalam diri saya sudah sedikit menghilang dengan membaca kalimat di cover novel ini. kalimat itu adalah : “Manusia bisa dihancurkan, tapi tidak bisa dikalahkan…”. sebuah mantra ajaib (menurut saya) yang sedikit menghapus rasa “Losers” didalam diri saya, karena akhir-akhir ini saya merasakan rasa “Losers” itu. entah saya yang terlalu sensitif sehingga me-Lebay-kan kondisi, entah karena memang realita yg saya alami memang benar seperti itu. entahlah saya tidak terlalu memikirkan sumber rasa “Losers” itu, tapi saya lebih fokus pada obat mujarab penghilangnya.

    Apa yang Ernest Hemingway tulis dalam novelnya benar-benar obat mujarab menurut saya, memang kalimat yang ia tulis tidak panjang tetapi ada sebuah makna yg mendalam dibaliknya. sebuah makna yang sangat mengena bagi saya maupun bagi siapapun yang merasa tidak pernah menjadi seorang “Winners” atau bagi mereka yang sedang mengalami rasa “Losers”. sebuah makna yang penuh ke-optimis-an dalam menjalani hidup.

    Rasanya saya menjadi sangat percaya bahwa Allah memang memberikan sebuah cobaan bagi hambanya tetapi Allah pula yang menyediakan obat mujarab/solusi-nya. Dan saya pun lebih bisa memaknai bahwa Hikmah adalah hak seluruh manusia terutama seorang muslim dari manapun hikmah itu berasal, walaupun dari mulut seekor anjing sekalipun.

Salam Kemenangan dari seorang yang pernah mengalami banyak kegagalan..

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s