Unpredictable Life

    Kemarin saya berniat membeli 2 buku yang menurut saya cukup menarik kedua buku tersebut adalah : Blink karya Malcolm Galdwell & Novel The Man Who Loved Book Too Much karya Allisoon Hoover. buku Blink menjelaskan tentang keputusan singkat dalam memutuskan sesuatu dan novel The Man Who Loved Book Too Much mengisahkan tentang seorang laki-laki yang begitu menyukai buku sehingga rasa suka-nya ini membuat dirinya menjadi seorang pencuri buku. Keduanya belum saya baca, saya hanya melihat sinposis dari buku tersebut yang membuat saya membuat kesimpulan bahwa kedua buku tersebut sangat menarik. Buku Blink menarik karena seperti memberikan jawaban atas diri saya yang kadang ragu & banyak pertimbangan dalam memutuskan sesuatu, sedangkan novel The Man Who Loved Book Too Much dalam imajinasi saya seperti menmberikan sebuah cerita menarik disamping didalam novel tersebut juga disebutkan buku-buku antik yang sudah lagi tidak beredar, selain itu novel ini juga berdasar kisah nyata.

    Saya tidak akan menceritakan isi dari kedua buku tersebut karena keduanya belum saya jamah sama sekali (masih ada buku lain yang saya sedang akrabi saat ini) tetapi saya akan menceritakan proses mendapatkan kedua buku tersebut dan hikmah yang saya dapatkan darinya.

    Ketika saya berniat membeli kedua buku tersebut, maka dalam pikiran saya langsung terbayang pasar buku Palasari Bandung. sudah menjadi pengetahuan umum masyarakat Bandung bahwa pasar buku Palasari merupakan pasarnya buku dengan harga lebih murah dibanding toko-toko buku seperti gramedia (sampai saat ini saya masih belum bisa menebak bagaimana buku-buku di pasar buku palasari ini bisa dijual dengan harga lebih murah). Maka sepulang kerja saya langsung meluncur menuju pasar buku Palasari untuk memburu & membeli kedua buku ini, toko yang menjadi tempat pertama saya mencari buku ini adalah toko Bandung Book Center yang menurut saya lebih lengkap dibanding toko-toko di pasar buku palasari. Tetapi ketika datang ke toko ini hanya kekecewaan yang saya dapat karena ternyata kedua buku yang saya buru sedang tidak ada stock, itu tidak membuat saya patah arang karena masih banyak toko buku dipasar Palasari ini. tapi lagi-lagi kekecewaan yang saya dapat, karena hampir diseluruh toko-toko kedua buku ini sedang tidak ada stock. sebegitu lariskah kedua buku ini sehingga seluruh toko di pasar buku ini kehabisan stock.

    Apa daya karena saat itu kebetulan saya harus kuliah maka saya tidak mungkin untuk terus mencari, maka dengan berat hati dan perasaan yang tidak menentu saya harus berangkat ke kampus (salah satu sifat saya, ketika tidak mendapatkan apa yang saya mau maka saya akan kecewa. sifat yang kekanakkan mungkin, tapi saya menganggapnya sebagai sifat pantang menyerah untuk mendapatkan sesuatu). Ketika dikampus disela-sela perkuliahan pikiran saya masih terbayang dengan kedua buku ini. kedua buku ini benar-benar mengalihkan duniaku. Pikiranku pun dipacu berpikir, bagaimana mendapatkan kedua buku ini. sempat terpikir untuk datang ke gramedia untuk mencari kedua buku ini, tetapi dengan waktu yang lumayan sudah larut maka kecil kemungkinan toko buku gramedia masih mau membuka pintunya untuk para pemburu buku (saya kuliah kelas karyawan yang berarti perkuliahan dilakukan dengan waktu malam). Maka saya pun mencari opsi toko buku lain yang saya tidak terlalu jauh dan terlewati dalam perjalanan saya menuju rumah. Maka saya teringat toko buku cabang Bandung Book Center, saya pun berpikir di Bandung Book Center pusat kedua buku kan tidak ada stock bukan tidak ada buku-nya berarti besar kemungkinan buku ini ada dicabangnya. Semangat saya untuk memburu kedua buku ini pun kembali bergelora dan bak gayung bersambut ternyata kedua buku tersebut masih ada. khusus untuk novel The Man Who Loved Book Too Much buku yang saya beli merupakan buku terakhir di toko buku ini, dan mungkin yang terakhir dibandung. Senang bukan kepalang ketika kedua buku tersebut sudah ditangan saya walaupun dengan mengeluarkan uang yang tidak sedikit (memang buku berkualitas sebanding dengan harganya) dan sedikit menghilangkan kekecewaan yang saya rasakan hari itu. Memang : “Buku Mengalihkan Duniaku”

    Bagi sebagian orang mungkin pengalaman saya biasa saja, atau bahkan diterjemahkan sebagai sebuah kebetulan semata. tetapi saya memandang pengalaman hidup kemarin sebagai bukti “Unpredictable Life” atau hidup memang tidak bisa diprediksi. bagaimanapun kita telah merencanakan alur kehidupan kita, tetap saja kita tidak menentukan hasil akhir nya, yang bisa menentukan hasil akhirnya hanya Allah. kita sebagai manusia hanya bisa berusaha seraya berharap/berdoa memohon hasil yang kita inginkan. contohnya adalah pengalaman dalam membeli buku, saya mencari di pasar buku dengan banyak pilihan toko buku tapi tidak menemukannya. tapi tanpa diduga saya menemukannya ditoko buku yang merupakan cabang salah satu toko buku yang berpusat di pasar buku Palasari (saya ingin menamai peristiwa ini dengan : “Mencari di Palasari, menemukan di Suci”)

    Begitulah Realita Kehidupan, mungkin kita sebagai manusia merencanakan banyak hal dalam kehidupan kita dan berusaha untuk mencapai hasil akhir yang kita inginkan tetapi tetap saja belum ada kepastian bahwa hasil akhir yang kita inginkan pasti kita dapatkan. ketidak pastian ini terjadi dalam berbagai hal, kesuksesan, pasangan hidup, pendidikan dan lainnya. Tapi ketidak pastian ini jangan menjadikan kita menjadi pasrah untuk berusaha dalam hidup karena beranggapan : “bahwa tidak ada gunanya untuk berusaha toh hasil akhirnya aja belum pasti jadi mendingan diam saja nanti juga sampai pada hasil-nya”. tidak seperti itu, memang ada yang disebut takdir tapi takdir bukanlah hasil akhir. Menurut Quraish Shihab takdir adalah gerbang pembuka saja, yang menentukan jalan kemana yang akan dituju dari gerbang pembuka itu adalah usaha. Contohnya pula adalah cerita saya mencari buku, saya sudah berlelah mencari buku tersebut di pusatnya dan tidak menemukanya sehingga membuat saya pasrah. tetapi kepasrahan itu tidak membuat saya putus asa, saya terus berusaha untuk mencari kedua buku tersebut dan akhirnya menemukannya ditempat yang tak terduga sebelumnya.

    Oleh Karena itu teruslah berusaha & berpasrah seraya kepada Allah SWT (jangan diartikan pasrah dengan putus asa)

    Itulah Unpredictable Life.
wallahua’alam..

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s