Sebuah Kegalauan : Memaknai (kembali) proses kuliah

    Saat ini saya sedikit merasakan apa yang banyak orang bilang galau, saya sendiri kurang memahami apa maksud dari kata galau itu. Tapi saya mengartikan kata galau itu sebagai perasaan tidak menentu akan sesuatu. Entah benar atau tidaknya makna dari galau itu, tetapi makna yang saya definisikan sendiri ini sangat mewakili perasaan yang saya rasakan sekarang. Kegalauan yang saya rasakan disebabkan oleh proses kuliah saya saat ini dalam menempuh jenjang sarjana. Perasaan galau ini mungkin akumulasi dari disorientasi tujuan saya berkuliah saat ini.

    Dulu ketika saya menempuh pendidikan kuliah Diploma yang sebelumnya saya mempunyai tujuan berkuliah untuk menuntut ilmu dan untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang yang saya minati sejak dulu yaitu bidang komputer. Bidang komputer ini sangat saya minati semenjak saya SD. Saya benar-benar sangat penasaran mengenai segala sesuatu mengenai komputer (tetapi saya cenderung lebih menyukai software terutama game dibanding hardware) sehingga membuat saya bertekad untuk berkuliah dijurusan komputer. Tekad saya ini sempat dibimbangkan dengan antusiasme saya dalam mengetahui mengenai bidang psikologi, ya ketika saya SMA atau tepatnya menuntut ilmu dipondok pesantren saya keranjingan membaca buku mengenai psikologi. Dari kegemaran saya membaca buku psikologi inilah yang membuat tekad saya yang awalnya berkeinginan kuliah dijurusan komputer menjadi ingin berkuliah dijurusan psikologi. Tetapi setelah perdebatan nurani yang panjang akhirnya saya memutuskan tetap berkuliah dijurusan komputer, sedangkan minat saya dalam bidang psikologi bisa saya dalam dengan membaca buku.

    Awalnya saya berkuliah tingkat Diploma dijurusan komputer, dan minat saya benar-benar tersalurkan dalam bidang komputer. Pengetahuan saya mengenai seluk beluk komputer telah banyak bertambah. Dari awal memang saya berkuliah bukan untuk mengejar gelar semata tetapi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sebanyak mungkin.

    Tapi entah kenapa idealisme saya dalam berkuliah dulu, saat ini (ketika saya menempuh jenjang Sarjana yg masih dalam bidang komputer) sedikit luntur dan saya pun mengalami sedikit kegalauan dalam menjalani proses perkuliahan. Saya menempuh jenjang sarjana saya disalah satu Perguruan tinggi swasta dibandung yang terkenal akan konsistensinya menjuarai perlombaan robot diindonesia. Saya sempat berkesimpulan bahwa kegalauan saya terjadi disebabkan kualitas dari pengajaran & kualitas dari pelayanan perguruan tinggi tempat saya menempuh jenjang sarjana saya. Tetapi ternyata kesimpulan saya salah, karena kualitas pengajaran maupun pelayanan tempat saya menempuh jenjang sarjana saya hampir sama dengan kualitas ketika saya menempuh jenjang Diploma saya. Sama-sama kurang berkualitas (kalau pun bila dibilang buruk terlalu kejam)

    Tetapi kesamaan kualitas yang kurang ini, tidak mempunyai kesamaan perasaan saya dalam menempuh pendidikan perkuliahan. Ketika menempuh jenjang Diploma bisa dibilang saya sangat antusias dan menghayati proses perkuliahan sehingga saya mendapat banyak ilmu pengetahuan. Ini yang membuat saya sedikit aneh, ada kesamaan dalam segi kualitas tetapi ada perbedaan dari input yang saya dapat. Kadang saya pun membandingkan keduanya apakah yang membuat keduanya bisa berbeda dalam saya merasakan & menghayati proses perkuliahannya. Dan saya berkesimpulan bahwa diri saya yang salah. Ya diri saya yang salah!!!

    Saya sudah disorientasi dari tujuan awal saya dalam menempuh proses perkuliahan, ketika dulu saya menempuh proses perkuliahan Diploma untuk mendapat ilmu sebanyak-banyaknya, tetapi ketika menempuh proses perkuliahan Sarjana orientasi benar-benar menyimpang jauh, orientasi saya menjadi hanya sekedar mendapat nilai, lulus dan menjadi sarjana saja. Tujuan awal saya benar-benar telah bias sehingga membuat perasaan saya tidak enjoy & tidak menghayati lagi proses perkuliahan jenjang sarjana ini.

    Maka saya rasa, saya memerlukan lagi memaknai kembali proses perkuliahan. Mengubah tujuan saya yang sekarang sangat pendek kembali pada tujuan awal saya yang berorientasi jangka panjang. Bahwa proses perkuliahan adalah proses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan sebanyak banyakny, yang akan membuat saya benar-benar merasakan & menghayati proses perkuliahan di jenjang sarjana ini.

    Begitu pun rasanya bagi para mahasiswa yang merasakan seperti ada yang salah dengan proses perkuliahan maka bisa jadi mereka membutuhkan pemaknaan kembali proses perkuliahan dan menentukan kembali tujuan dari perkuliahan. Jangan sampai kuliah hanya untuk tujuan pragmatis semata, mendapat nilai bagus, lulus dan mendapat gelar semata tanpa ada input yang jelas pada dirinya sesuai bidang ilmu yang digeluti dalam perkuliahan. Tetapi maknai proses perkuliahan sebagai satu tahapan diantara tangga-tangga tahapan yang banyak dan harus dilalui seluruhnya menuju akhir tujuan.

    Mari Kita maknai kembali proses perkuliahan itu kawan…

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s