Kemunafikan

Kawan…aku ingin berbagi sedikit rahasia pada mu. rahasia diriku yang selama ini ku pendam tetapi tampak juga dipermukaan. rahasia yang membuat diriku terlalu gampang untuk menghakimi orang lain.

Kawan…tahukah engkau bahwa aku tidak suka dengan kemunafikan. mereka yang menampakkan kebaikan dipermukaan tetapi dilubuk perasaannya sangat kelam. yang ditampakkan dan yang tersembunyi tidak sama. mulut mereka tampak dengan madu tapi sejatinya racun. mata mereka tampak indah tapi kelicikan begitu menghiasi sudut-sudutnya.

Kawan…aku sangat benci dengan kemunafikan itu. mereka yang munafik pun aku sangat tidak ingin bercengkrama dengannya. aku tidak suka dengan wajah mereka yang seakan seperti malaikat padahal sejatinya iblis. aku tidak suka dengan mulut mereka yang seakan manis padahal sejatinya penuh racun mematikan. aku tidak ingin sekalipun bercengkrama apalagi bermeseraan dengan mereka

Kawan…aku tidak suka dengan kemunafikan maka aku pun tidak mau menjadi seorang yang munafik. apa yang aku tampakkan diwajahku sama dengan apa yang aku rasakan dipalung dasar perasaanku. apa yang aku ucapkan sama dengan riak perasaanku. karena aku tidak ingin mejadi seorang munafik maka aku pun jujur dalam bersikap bahkan kadang terlalu terbuka

Kawan…aku sadar kadang sikap ku ini tidak selamanya baik, karena kadang aku harus menampakkan sikap yang berbeda dengan perasaanku tetapi tetap saja aku tidak bisa memunafikkan sikapku. aku hanya ingin jujur dan apa adanya. berlebihankah kawan?

Kawan…ku harap kau memahami sikap ku ini..

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s