Yang Terakhir

Dentingan Waktu Mengalir
Kala dentuman-dentuman memekakan jiwa

Pijakan ini terlalu ringan
Ku terlalu berat
Dan paksaan hati…yang dalam

Sesak dipenghabisan ini
Tak tahu, kah yang terakhir
Kenapa…terbayang menerus
Tapi…

Waktu yang mengalir ini
Ku bimbang…
Antara 2 Mata pedang
Yang tajam

Ya,inilah aku…
Yang tak pernah pengakuan dari sesama
Di tempat suci nan bergelimang dosa ini!!!
Lebih Baik aku mengembara
Bersama : matahari, bulan & 2 bintang
Di semesta yang gulita

(Puisi saya tulis ketika saya menimba ilmu di Pondok Pesantren dulu. saya menulisnya ketika saya sudah mulai jenuh & tidak lagi merasakan kenyamanan dengan segala interaksi dan suasana pondok pesantren yang benar-benar terkungkung dari aktivitas dunia luar, dunia selain pondok pesantren. walaupun pada akhirnya saya bisa menimba ilmu hingga akhir dipondok pesantren ini.
Mungkin puisi ini tidak mempunyai makna apapun, tetapi ketika saya membaca-nya saya merasakan emosi saya ketika itu juga tergambar suasana pondok pesantren yang dulu membuat saya jenuh tetapi sekarang saya rindukan)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s