Renungan

Renung dalam sunyi
Rona-rona penyesalan berkelabat
Derap dosa melangkah
Tapi…
Kau Merayu
Tak bergeming meski maut menggapai
Kau beri lautan kesenangan
Dan Cawan kenikmatan pun
aku tak akan perduli
Simpan saja…
Sampai bumi kan mengunyah-ku pun
Aku tak akan tergiur
Sampai kau tebarkan
Bunga melati pun
tak akan pernah perduli
kan perduli..

(puisi yang terinspirasi dari kumpulan puisi karya chairil anwar, dan saya menulis puisi ini ketika dulu menimba dipondok pesantren. bisa dibilang pada saat menimba ilmu dipondok pesantren segala keluh kesah, saya tumpahkan dengan tulisan walaupun sedikit mencontek gaya chairil anwar. oleh karena itu saya bersyukur bisa mendapat kesempatan menimba ilmu di pondok pesantren, karena potensi saya muncul & kebiasaan positif yang pun bertambah.. Thanks Daaruttaqwa & all of my family of daaruttaqwa)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s