Ada Kesan yang Lucu bercampur emosi ketika melihat berita tentang Demo “Indonesia Tanpa FPI” yang dipelopori oleh para aktivis JIL (Jaringan Indonesia Liberal) yang terdiri dari orang-orang aneh. saya sebut aneh karena mereka (orang-orang yang berpaham JIL) memang betul-betul bukan manusia seperti manusia pada umumnya. mereka penyuka sesama (Lesbian & Homo), ada yang menyamakan seluruh agama didunia, ada yang menggembar gemborkan kesamaan gender wanita dengan lelaki (padahal sudah hakikatnya bahwa ada perbedaan antara wanita dengan lelaki, tetapi derajat keduanya sama) dan masih banyak lagi orang-orang aneh didalamnya. Tapi diantara orang-orang aneh itu, ada yang paling aneh bahkan saking anehnya membuat saya sedikit geram & marah. Mereka adalah orang yang mengambil setengah & menolak setengah ajaran islam, bahkan dengan lantangnya mereka mengatakan bahwa ajaran-ajaran islam yang bersumber dari wahyu harus direvisi karena tidak lagi sesuai dengan kondisi kekinian. Mereka melakukan kelakuan-kelakuan lucu itu dengan dalih kebebasan berpendapat.

   Dengan Dalih kebebasan berpendapat ini pula mereka menggelar aksi Indonesia tanpa FPI yang menurut mereka bahwa FPI adalah ormas yang mengancam keutuhan negara indonesia dan keamanan rakyat indonesia. Harus diakui memang FPI kadang melakukan tindakan-tindakan “kasar” dalam menjalankan misinya sebagai ormas islam, dan niat dari perbuatan mereka itu-pun berdasar pada realitas ditengah masyarakat yang tengah terancam pula dengan kerusakan-kerusakan moral yang mengepung diberbagai sudut-sudut kehidupan masyarakat. Hanya saja mungkin cara ormas FPI dalam menghapus kerusakan-kerusakan moral yang mengepung masyarakat ini yang terlalu ekstrem bagian sebagian masyarakat.

   Kembali lagi pada kelucuan dalam aksi Indonesia tanpa FPI. kelucuan yang saya rasakan adalah, sikap JIL yang seakan ingin menang sendiri. dengan dalih kebebasan berpendapat & alasan bahwa ormas FPI mengancam keutuhan negara indonesia serta keamanan masyarakat maka mereka (aktivis JIL) mengadakan aksi. tapi apakah mereka (aktivis JIL) tidak menyadari bahwa eksistensi mereka pun sebagai ormas mengancam bahkan ancaman-nya lebih merusak dibanding aktivitas FPI yang kadang dilakukan untuk menghapus kerusakan moral yang mengancam masyarakat. Potensi ancaman yang timbul dari eksistensi dan aktivitas JIL adalah ancaman pendangkalan aqidah umat islam & ancaman kerusakan moral rakyat indonesia seluruhnya (bahkan mungkin bukan lagi potensi tapi ancaman nyata yang sudah menyebar).

   Untuk ancaman pendangkalan aqidah umat islam maka semua orang sudah pemikiran yang disebarkan oleh JIL ini. mereka (aktivis JIL) adalah kumpulan orang-orang “yang mengaku” Muslim tetapi hanya menerima sebagian & menolak sebagian ajaran islam, karena sifat setengah-setengah ini-lah mereka mempunyai standar ganda dalam berbagai hal serta berani untuk mengatakan agar merevisi ajaran islam karena menurut mereka sudah sesuai dengan kondisi kekinian. karena sifat setengah-setengah inilah Akmal Sjafril (Penulis Buku Islam Liberal 101) mencap mereka sebagai kaum munafik penerus Musailamah Al-kadzab. Disatu wajah mereka mengaku sebagai seorang muslim tetapi disatu sisi wajah lain mereka mencaci maki ajaran islam dengan ide revisi ajaran islam.

   Untuk ancaman kerusakan moral rakyat indonesia pun sudah jelas, Mereka dengan landasan kebebasan berpendapat mereka mengakui penyimpangan-penyimpangan yang ada disebagian kalangan masyarakat. salah satu contoh pemikiran mereka (aktivis JIL) yang mengancam moral rakyat indonesia adalah ketika ada seorang lelaki penyuka sesama (Homo) atau seorang wanita penyuka sesama (lesbian) maka mereka mendukung & mengakuinya dengan  dalih kebebasan berpendapat, apakah mereka azab allah terhadap kaum nabi luth karena penyimpangan ini?

   Maka Bila dibandingkan manakah yang lebih mengancam dan merusak, JIL-lah yang lebih mengancam & merusak. maka aksi yang seharusnya dilakukan adalah “Indonesia Tanpa JIL” dan bukan hanya 60 orang yang pasti mendukung tetapi seluruh rakyat indonesia. Karena JIL mempunyai ancaman yang lebih berbahaya dibanding ancaman fisik yaitu ancaman moral yang mempunyai efek domino dan bisa dengan mudah menyebar. oleh karena itu mari kita seru-kan :

I N D O N E S I A  T A N P A  J I L!!!

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s