Sedang Miskin Ide

   2 Hari ini sedang miskin ide untuk menulis, padahal sudah menjadi target harian untuk menulis minimal 1 hari 1 tulisan apapun bentuk tulisannya (yang pasti positif dan mendatangkan manfaat bagi yang membacanya). kalau dianalisis mungkin karena konsumsi/input-nya 2 hari ini agak tersendat atau tidak lancar, konsumsi/input adalah membaca. jujur saja 2 hari ini konsumsi buku/bacaan saya sedang tidak bagus, memang saat ini saya sedang membaca buku tetapi buku yang saya konsumsi adalah buku yang lebih menekankan pada kesadaran untuk berpraktis sehingga ketika harus membaginya/menuangkannya kedalam media tulisan menjadi sedikit membingungkan bagi saya karena untuk model buku dengan content seperti ini saya hanya mengambil sisi praktisnya sedangkan untuk sisi teori/nilainya kadang saya kesampingkan. saya coba paksa tuangkan isi dari buku tersebut membuat saya tersiksa, karena lagi-lagi buku tersebut sangat menekankan sisi praktis dan lagi kalau saya sudah merasa tersiksa dalam menulis sesuatu tulisan maka saya akan meneruskan untuk menuangkannya dalam medium tulisannya karena saya tidak enjoy/nyaman karenanya.

    Sedikit berbagi mengenai aktivitas menulis dari buku Mengikat Makna karya Pak Hernowo, bahwa menulis adalah upaya kita untuk memperbaiki diri kita. karena dengan menulis kita akan mengetahui segala kekurangan diri kita melalui mencermati tulisan kita sehingga kita pun dapat memperbaiki diri kita tersebut. Kalau saya lebih suka membahasakan bahwa menulis adalah menumpahkan pecahan diri kita lalu kita mengumpulkan pecahan tersebut menjadi kesatuan yang utuh.  Awalnya ketika membaca konsep menulis dari buku ini saya bingung dan merasa aneh, apa korelasinya antara menulis dengan memperbaiki diri kita. Menurut buku karya Pak Hernowo ini bahwa dengan menulis, kita akan mengetahui apa yang ada dipikiran kita & bahasa tulisan yang kita buat pun dapat menggambarkan kondisi kita sehingga ketika membaca tulisan tersebut maka kita dapat mengetahui kekurangan diri kita.

   Tetapi ketika menulis yang menjadi hambatan adalah menuangkan ide atau apa yang ada dalam pikiran kita. bagi penulis pemula, masalah ini merupakan masalah yang pasti ditemui. maka pak Hernowo memberi satu tips agar kita dapat dengan lancar menuangkan ide atau apa yang ada dalam pikiran kita. tips itu adalah Membaca dan menuliskan apa yang kita pahami dari bacaan tersebut. bagaikan tubuh kita yang membutuhkan makanan sehingga dapat menghasilkan energi serta membuat tubuh kita dapat melakukan aktivitas. begitu juga dengan aktivitas menulis,  dibutukan “makanan” yang menurut pak Hernowo dalam buku Mengikat Makna adalah bacaan atau buku. karena dengan bacaan akan menambah perbendaharaan kata dalam diri kita, sehingga nantinya kita dapat dengan menumpahkan ide/apa yang ada dalam pikiran kita. Oleh karena itu Membaca harus dibarengi aktivitas menulis, begitupun menulis harus dibarengi dengan aktivitas membaca.

   Bisa Dibilang buku Mengikat Makna ini telah mengubah secara “radikal” pandangan saya mengenai aktivitas menulis (untuk membaca saya sudah sepaham dengan maksud dari buku Mengikat Makna ini.. :-D). Dan setelah membaca buku ini pula saya seakan menjadi Predator buku yang haus akan buku (Lebay…he.he), tapi jujur setelah membaca buku ini gelora saya untuk membaca semakin menjadi setelah sebelumnya sedikit terdegradasi. Jadi saya menyarankan bagi mereka yang tidak suka membaca maka buku Mengikat Makna Karya Pak Hernowo ini adalah recommend buku awalan sehingga mereka akan menggila dunia membaca dan menulis sekaligus.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s