Inilah Keluarga-ku : Keluarga Yang Unik

    Ingin sekali saya sedikit bercerita mengenai keluarga “kecil” saya, yang terdiri dari 1 orang ibu, 1 orang bapak, 4 orang anak (2 orang laki-laki & 2 Orang Perempuan). Bagi saya keluarga saya saat ini adalah segalanya walaupun orang melihat keluarga saya adalah keluarga yang biasa saja dan tidak ada yang spesial. Tidak seperti keluarga-keluarga yang lain yang bisa mengungkapkan sayang & cinta antar sesama anggota keluarga, tidak begitu dengan keluarga saya. Bisa dibilang keluarga saya adalah keluarga yang kaku. Ya keluarga yang kaku, karena jarang bahkan seperti tidak pernah ada ungkapan cinta & kasih sayang yang berbentuk lisan atau perbuatan yang terlihat jelas, semuanya serba abstrak. ibu atau bapak saya tidak pernah mengungkapkan bahwa mereka mencintai & menyayangi anaknya dalam bentuk lisan atau perbuatan yang terlihat jelas, tetapi mereka mengungkapkannya dalam bentuk lain yang kami sebagai anak-anaknya bisa merasakannya bahwa mereka memang mencintai & mencintai kami. Karena hanya kami anak-anaknya yang merasakan & mengetahui bentuk cinta dan kasih sayang orang tua kami maka jangan berharap ketika orang lain berinteraksi dengan keluarga saya,tidak akan terlihat secara jelas bentuk cinta & kasih sayang ibu & bapak kami kepada kami. hanya kami anak-anaknya yang mengetahui bentuk cinta & kasih sayang mereka kepada kami anak-anaknya. ya hanya kami. Ketika keluarga-keluarga lain mengadakan perayaan ulang tahun anaknya maka jangan berharap kami ketika anak-anaknya berulang tahun maka orang tua kami akan mengadakan perayaan, karena dalam keluarga kami tidak ada budaya ulang tahun. lagi-lagi bentuk cinta & kasih sayang orang saya benar-benar abstrak sehingga berkesan kaku bagi sebagian orang

   Tetapi justru itulah keunikan keluarga kami. Memang ketika saya melihat keluarga lain yang orang tuanya bisa dengan mudah mengungkapkan rasa cinta & kasih sayang mereka kepada anak-anaknya dengan bentuk lisan atau perbuatan yang terlihat jelas, ada rasa iri dalam diri saya. tetapi setelah saya memahami karakter ibu & bapak serta adik-adik saya maka saya menjadi bangga & bersyukur, ternyata Keluarga saya benar-benar unik bahkan sangat unik.

   Seperti halnya ibu bapak saya begitu juga dengan anak-anaknya (termasuk saya), saya dan adik-adik saya seperti tidak bisa bahkan enggan mengungkapkan rasa cinta & kasih sayang dalam bentuk lisan atau bentuk lain yang terindera kepada orang tua kami. begitu juga saya dan adik-adik saya terkesan tidak bisa & enggan mengungkapkan rasa cinta & kasih sayang kepada saudaranya, yang ada bahkan pertengkaran-pertengkaran (Untuk masalah pertengkaran mungkin saya biangnya…he.he.he). tapi lagi-lagi saya sangat bangga dengan keluarga saya dan saya pun sangat bangga kepada 3 adik saya. oh ya saya adalah anak pertama & saya mempunyai 3 adik yaitu : adik pertama & anak kedua bernama Hilma Zahra, adik yang kedua & anak ketiga bernama Muhammad Luthfi Zulfiqar lalu si bungsu bernama Fairuz Adzkia Rafeyfa. insyaallah ditulisan selanjutnya saya akan ceritakan tentang adik-adik saya yang super ini…😀

   Ya saya sangat bangga dengan adik saya, karena lagi-lagi karena keunikan mereka dan prestasi mereka yang jauh melebihi prestasi saya sebagai kakaknya. bisa dibilang sampai saat ini saya belum bisa dengan baik memposisikan diri saya sebagai seorang kakak, bahkan mungkin sampai saat ini saya belum memberikan teladan baik kepada adik-adik saya. Bahkan hanya teladan buruk yang saya selalu tampakkan kepada semua adik-adik saya. makanya saya menjadi sangat bangga ketika saya sebagai seorang kakak belum bisa menunjukkan diri saya sebagai figur seorang kakak juga belum bisa memberikan teladan kepada adik-adik saya, tetapi mereka mempunyai prestasi yang lebih melebihi saya.

   Sekali keluarga saya beitu unik, sangat unik. keunikan itu bukan dibuat-buat tetapi memang alami dan keunikan itu pula yang membuat saya berazam ketika saya nanti sudah mempunyai istri dan berkeluarga, untuk selalu menyapa dan bercengkarama dengan keluarga unik saya. bahkan bila adik-adik saya telah menikah dan berkeluarga maka saya akan mewajibkan mereka untuk secara continue untuk bercengkarama dengan keluarga unik saya. Semata-mata saya mewajibkan ini karena hasil penglihatan saya pada keluarga dari saudara yang lain, karena mereka jarang bercengkrama maka jarak antara mereka pun tercipta sehingga menghasilkan suudzon dan berimplikasi kepada ketidak harmonisan diantara mereka. dari situlah saya ambil kesimpulan bahwa bercengkrama secara continue (continue disini bukan setahun sekali atau pas lebaran saja, tetapi continue minimal sebulan sekali) akan menghasilkan sebuah keharmonisan. apalagi ketika anggota keluarga saya membengkak dengan kehadiran Menantu dan cucu untuk orang tua saya maka keluarga kami akan lebih ramai dan berwarna tetapi saya selalu berdoa mudah-mudahan calon menantu dalam keluarga saya itu bisa menerima dan sabar dengan keunikan dan kekakuan keluarga saya (ini syarat pertama calon menantu dikeluarga saya dan tidak bisa ditawar-tawar lagi…he.he.he).

   Inilah sekelumit cerita keluarga unik saya dan masih banyak lagi cerita keluarga saya yang ingin saya ungkapkan, lagi-lagi karena saya ingin membagikan keunikan keluarga saya kepada, dunia keluarga unik yang dengan kekakuannya dalam mengekspresikan rasa cinta & kasih sayang diantara anggota keluarganya tetapi justru disitulah kebanggaan dan kehangatan yang saya rasakan, sehingga saya bersyukur bisa tumbuh dalam keluarga seperti ini bukan tumbuh dalam keluarga-keluarga lain pada umumnya.

Inilah Keluarga-ku…
Keluarga Yang Unik…

Satu pemikiran pada “Inilah Keluarga-ku : Keluarga Yang Unik

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s