Yuk Membaca!!!

  Menurut survei para ahli salah satu ciri bangsa maju adalah budaya dan baca tulisnya tinggi. survei ini benar rasanya karena baca & tulis sangat erat berkaitan dengan pengetahuan sehingga salah satu faktor kemajuan suatu bangsa.

  Mahasiswa yg dikatakan banyak orang sebagai Maha-nya para siswa serta agen of change atau yang lebih tinggi lagi calon pengganti pemimpin generasi tua sehingga mereka sangat diidentikkan dengan berbagai hal yang bersifat keilmiahan (pengidentikkan ini sesuatu yang wajar karena mahasiswa dituntut untuk siap menjadi apa yang banyak orang katakan) sehingga mahasiswa pun dituntut harus intens berinteraksi dengan hal-hal yang bersifat keilmiahan salah satu diantaranya adalah interaksi dengan buku (baca:membaca & menulis).

  Tetapi fakta yg ditemui ternyata tidak sesuai harapan yg seharusnya dari seorang mahasiswa, karena ternyata banyak mahasiswa yg sangat jarang berinteraksi dengan buku bahkan ada yang bersikap seperti buku adalah musuh bagi mereka. banyak faktor yang membuat mereka sangat jarang bahkan tidak pernah mau pernah mau berinteraksi dengan buku, mungkin aktifitas mereka seabreg sehingga membuat mereka tidak sempat untuk membaca buku atau bahkan karena mereka malas membaca buku. mereka lebih senang ngobrol tidak tentu arah atau mereka lebih senang bermain game dibanding membaca buku.

  Tidak bisa dibayangkan ketika beberapa tahun kedepan mereka akan seperti apa, apakah mereka akan benar-benar menjadi bentuk aktualisasi dari berbagai perkataan orang bahwa mahasiswa calon pengganti pemimpin generasi tua hari ini ataukah mereka akan menjadi generasi sampah yang tidak berguna. oleh karena interaksi mahasiswa dengan buku sehingga memberikan pengetahuan lebih adalah sesuatu yang wajib dan berharga bagi para mahasiswa sebagai bentuk persiapan untuk menggantikan pemimpin generasi tua hari ini. karena butuh persiapan intelektual ketika akan mengganti para pemimpin generasi tua itu, tidak hanya berdasarkan impuls emosi sesaat saja melihat tingkah “kekanakan” pemimpin tua saat ini.

   Selain itu, aktivitas membaca pun jangan hanya sampai pada sudut-sudut otak saja tetapi harus membanjiri ranah aktualisasi di kehidupan nyata, artinya ketika membaca maka ketika itu pula apa yang dibaca harus dicoba untuk diaktualisasikan. Sehingga, dengan dua aktivitas berbarengan tersebut akan menghasilkan pengetahuan serta pengalaman yang kedua-nya seperti harta karun kelak dikemudian hari.

   Bagi Mereka yang belum menyenangi dunia membaca, maka memulai membaca adalah seperti sebuah penderitaan atau pengiring tidur. penderitaan karena membaca adalah sebuah kebiasaan baru dalam hidup mereka sehingga benar-benar membutuhkan kesungguhan ketika memulai menyenangi dunia membaca. Membaca menjadi sebuah pengiring tidur karena mereka hanya sekedar membaca baris demi baris, paragraf demi paragraf tanpa menangkap dan mengikat yang terkandung dalam buku tersebut. sebenarnya dengan menangkap dan mengikat makna yang terkandung dalam buku membuat Membaca bukanlah sebagai sebuah pengiring tidur.

   Mulai lah membangun budaya membaca walau hanya dengan membaca komik, cerpen atau novel karena sebenarnya memulai membaca dengan materi bacaan sepele akan membuat diri kita memulai untuk menjadikan membaca sebagai sebuah kebutuhan (pengalaman pribadi) dan menjadikan buku sebagai teman sepanjang waktu

(edisi beropini aja)

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s