Kritikan

  Kritikan itu ibarat sebuah benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh kita,asing sehingga membuat tubuh kita seakan menolaknya. tetapi ternyata benda asing itu justru untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. ketika diri kita sangat tidak menyukai/membenci sebuah kritikan maka dapat diibaratkan seperti sebuah penyakit alergi. ketika mengkonsumsi atau bahkan hanya sekedar mendekati saja maka tubuh kita seketika itu juga bereaksi menyakitkan. begitu pula ketika diri kita memposisikan kritikan sebagai sesuatu yang menyakitkan maka lambat laun diri kita pun akan menjadi alergi terhadap kritikan sehingga berefek pula kepada tidak berkembangnya diri kita.
Kritikan dapat dikaitkan dengan perkembangan diri, karena kritikan lebih sering untuk menggugat hal-hal negatif seorang/kelemahan seseorang yang apabila diposisikan sebagai income terhadap diri kita maka sebenarnya akan mengurangi hal-hal negatif/kelemahan kita, berbeda dengan pujian perbuatan positif yang bisa membuat diri kita terlena sehingga tidak perkembangan dalam diri kita yang ada hanyalah rasa bangga dan kesombongan.
Ketika dibandingkan manakah yang lebih baik antara kritikan dan pujian. maka keduanya sama baik, kritikan dapat mengurangi hal-hal negatif/kelemahan kita sehingga ada perkembangan dari diri kita. lalu pujian baik karena dapat mengangkat kepercayaan diri serta potensi diri kita tetapi apabila terlalu berlebihan pun dapat memunculkan potensi rasa sombong sehingga menghambat perkembangan diri kita. maka alangkah baiknya ketika keduanya diposisikan dalam posisi yang seimbang tidak ada  yang dilebihkan. bagi orang dewasa maka keseimbangan antara keduanya lah yang harus dikedepankan berbeda dengan anak kecil yang lebih membutuhkan pujian karena untuk membangkitkan rasa percaya diri mereka. tetapi kadang seorang dewasa pun apabila pikirannya belum terbentuk menjadi dewasa ( atau sering disebut tua tapi tidak dewasa) kritikan ini bisa menjadi sebuah hal yang menyakitkan, maka ketika menerima kritikan dibutuhkan sebuah mindset kedewasaan sehingga bisa menjadikan kritikan sebagai sebuah income positif bagi dirinya.
Satu hal penting pula dalam kritikan adalah content kritikannya bukan dari siapa kritikannya (pepatah arab : undzur ma qoola wa la tandzur man qoola), karena kadang kritikan itu datang dari musuh kita (kritikan dari teman kita mungkin saja,tetapi karena didasari rasa teman maka kadang kritikan dari teman tidak muncul bila tidak digali/diminta untuk disampaikan) maka lagi-lagi mindset kedewasaan kita harus disiapkan untuk menghindari rasa “sakit”.  Kritikan dari musuh kita itu adalah harta karun yang sangat berharga, karena musuh kita mencari dan mengenali segala kelemahan kita untuk bisa dijadikan modal untuk menjatuhkan kita, maka jangan abaikan kritikan dari musuh kita.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s