Kampung

Teringat sebuah kampung luas tapi sepi
Hiruk Pikuk memang dengan segala rutinitasnya
tetapi tidak hidup
Karena penduduk kampung terlalu lelah untuk hidup
kaya memang…
tetapi tidak makmur apalagi sejahtera

sudut-sudut kampung ramai memang
tetapi tidak berpenghuni
mereka terlalu sibuk untuk menghuninya
apalagi memakmurkannya

ketika langit cerah
maka kampung itu tetap gelap
terlalu pekat untuk diterangi
apalagi untuk bercahaya

Ketika hujan menyapa
maka kampung terlalu gersang untuk menyambutnya
ketika embun menetes
maka seketika itu pula lenyap menjadi uap tak berbekas

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s