Obrolan diatas motor (bersama “sang murabbi”)

Siang ini setelah pertemuan mingguan rutin yg full ukhuwah,ilmu nan barokah (sering disebut halaqah) saya pulang pulang bersama “sang murabbi”. ditengah perjalanan menggunakan motor terjadi perbincangan tentang kondisi pendidikan dan remaja indonesia saat ini.
perbincangan dimulai ketika “Sang Murabbi” yg mengkhawatirkan tentang masa depan pendidikan anak-nya nanti (Padahal beliau belum ganda campuran alias masih single) karena beliau melihat cerminan siswa sekarang yang sangat bobrok dari segi moral.
Kebobrokan tersebut beliau contoh kan dengan kasus yg beliau baca disalah satu surat kabar mengenai kejadian 3 orang siswa & 1 orang siswi yang melakukan hubungan layaknya suami istri di “kelas” sekolah. ketika beliau menceritakan mengenai berita tersebut merasa sangat merinding karena khawatir dengan masa depan anaknya nanti (ketika beliau sudah menikah tentunya). beliau menjadi khawatir salah dalam mempercayakan pendidikan anaknya.
Rasanya apa yang dikhawatirkan “sang murabbi” tersebut beralasan karena sepertinya pendidikan saat ini lebih mementingkan isi kepala (baca:intelektual) dan seperti mengesampingkan isi hati (baca:akhlaq) sehingga banyak orang pintar tetapi bobrok secara moral. saya katakan seperti ini karena hampir setiap hari saya berinteraksi dengan para guru (tetapi saya bukan guru karena saya merasa sangat berat beban menjadi seorang guru) dan fenomena lebih mengedepankan isi kepala dan kadang mengenyampingkan isi hati. maka janganlah heran bila banyak kasus kriminal yang melibatkan para siswa-siswi diindonesia ini, mulai dari kasus pencurian,tawuran sampai yang paling tidak masuk akal adalah membunuh orang tua sendiri.
Alangkah tragisnya negeriku….

begitulah obrolan diatas motor bersama “sang murabbi”..

Satu pemikiran pada “Obrolan diatas motor (bersama “sang murabbi”)

  1. Masalah hari ini menentukan hari esok, Jika di pikirkan lebih dalam maka Kerjakan yang baik untuk dirinya sendiri sepertihalnya Buah pun akan jatuh tepat di bawah pohon, Kecuali Buah Jawa Timur sudah di sediakan sebuah karung di atas Pohon dan diperuntukan jatuh di Pasar induk (Jkt) dan untuk di jajakan di Pinggir2 Jalan,hehe.. artinya kelakuan Orang tua tak jauh jd cerminan Anaknya.. so gk usah takut bila diri ini merasa benar. Robbi habli minasholihin Do’a itulah intinya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s