Segala Sesuatu berasal dari hal sederhana dan kecil!!

Segala Sesuatu berasal dari hal sederhana dan kecil!!

Nabi Muhammad merupakan seorang anak yatim dan mantan penggembala domba dari daerah arab, tapi nabi Muhammad merupakan seorang yang mempunyai kemampuan leadership dan manajemen yang sangat mumpuni dan hebat. Tapi dari mana segala kemampuan leadership dan manajemen yang hebat itu??

Memang Nabi Muhammad adalah rasul (utusan) Allah SWT untuk seluruh alam semesta tak terkecuali dan memang Allah SWT sendiri yang membimbing beliau dari semenjak kecil lalu menapaki jalan risalah sampai meninggal.Bimbingan langsung dari Allah SWT tersebut bukan merupakan sebuah alasan bagi kita sehingga kita berkata bahwa kita akan sangat tidak mungkin menjadi seorang leader dan manajer seperti Nabi Muhammad SAW. Karena pada dasarnya bimbingan Allah pun berupa hikmah dan pelajaran yang Nabi Muhammad Sendiri yang harus menggali-nya dan memaknainya jadi ketidak mungkinan untuk menjadi leader dan manajer tersebut pun sangat mungkin bagi kita merealisasikannya dengan catatan kita mampu memaknai dan mengambil hikmah dari setiap kejadian dalam kehidupan.

Satu hal yang menarik yang menjadi fundamen leadership dan manajerial Rasullah adalah ketika beliau menjadi seorang penggembala Domba. Kegiatan menggembala ini disadari ataupun tidak merupakan fundamen dari jiwa leadership dan manajerial Rasullah yang selanjutnya membuat beliau menjadi seorang leader dan manajer yang diakui oleh seluruh tokoh dunia kesuksesannya. Kepemimpinannya membuat islam menyebar keseluruh dunia dan manajerialnya membuatnya sukses dalam hal perdagangan.

Dari Sejarah Rasullah yang menjadi seorang penggembala Domba yang membuat beliau menjadi seorang pemimpin yang diakui dunia kita dapat mengambil salah satu hikmah bahwa segala perbuatan/hal besar berawal perbuatan/hal kecil.

Mungkin orang tidak akan menyangka bahwa ternyata dibalik penggembalaan Rasullah yang kecil dan mungkin dianggap remeh oleh sebagian manusia menjadi fundamen bagi kebesaran Rasullah dalam memimpin dan memanage umat.

Hal kecil-lah fundamen dari segala hal-hal besar.

Jangan berharap kita mampu membaca karya-karya sastrawan Dunia semisal leo Tolstoy atau Shakespeare bila kita tak mampu membaca dan memahami abjad dari A sampai Z

Jangan berharap kita mampu mempelajari Matematika dengan segala rumus-rumusnya yang rumit bila kita tidak mampu memahami operasi perhitungan,pengurangan,perkalian dan pembagian yang sederhana.

Jangan berharap kita menghasilkan karya-karya tulis besar bila kita tidak mampu menulis abjad dari A sampai Z.

Jangan berharap kita menjadi seorang tahfidz atau pelantun ayat suci al-qur’an bila tidak mampu membaca abjad hijaiyah dari “alif” sampai “ya” dengan segala tanda baca-baca dan tajwid-nya.

Jangan berharap lingkungan kita bersih karena hanya dengan membuang sampah yang kecil saja kita masih enggan.

Jangan berharap menjadi seorang menteri kesehatan bila kita tidak mampu sama sekali menjaga kebersihan diri kita.

Jangan berharap menjadi seorang presiden bila menjadi seorang ketua kelas pun kita masih mengeluh dan berat.

Dan masih banyak hal-hal besar lain yang berasal dari hal-hal kecil dan sederhana yang kadang kita anggap remeh.

Akhir-akhir ini banyak orang yang cenderung sangat ingin melakukan hal-hal besar dan penting atau menjadi seorang yang penting tapi tidak mau membiasakan dalam melakukan hal-hal yang kecil dan sederhana atau minimal melakukan hal-hal kecil dan sederhana walaupun hanya beberapa kali. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa dengan keengganan dan keengganan melakukan hal kecil dan sederhana akan berdampak tidak sanggupnya mereka melakukan hal-hal besar dan mungkin penting.

Marilah kita sedikit mengubah paradigma (pemikiran) kita, marilah kita mulai melakukan hal-hal kecil dan sederhana sebelum kita melakukan hal-hal besar. Marilah kita menjadi seorang yang biasa sebelum kita menjadi pemimpin besar karena dengan menjadi seorang yang biasa maka akan membangkitkan jiwa empati dalam diri kita ketika menjadi seorang pemimpin yang besar.

Marilah kita mulai dengan melakukan hal-hal kecil dan sederhana sebelum kita melakukan hal-hal besar dan penting.

Wallaa’alam bisshawab.

Alrifqi

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s