Untuk Anakku

13043295_10201421766021795_3594161733776361463_n

Anak-ku maafkanlah ayah & ibu-mu ini
telah melahirkan mu di jaman penuh kerusakan
telah melahirkan mu di jaman penuh dengan ketidak amanan
telah melahirkan mu di waktu yg penuh dengan tanda kiamat
telah melahirkan mu di penghujung jaman
ketika kehormatan sebegitu murahnya digadaikan
ketika nyawa tak ada harga-nya lagi
ketika akal & hati terpinggirkan karena nafsu syahwat Lanjutkan membaca “Untuk Anakku”

Menjadi Ibu & Ayah

13043295_10201421766021795_3594161733776361463_n

jam 24.00 malam
seorang perempuan sendiri berjalan di lorong tempat persalinan. dengan langkah tertatih, menahan berat diperut berisi kandungan bayi, sambil sesekali menarik nafas dan membuang nafas panjang. terlihat lemah. terlihat kepayahan. wajar. karena selepas sore hanya sedikit makanan yg masuk.

“sayang, mau makan?” tanya seorang lelaki yg merupakan suami-nya
hanya gelengan kepala tanda tak mau. bukan perempuan tersebut tidak ingin atau tidak bisa berbicara, hanya saja seluruh perhatiannya terfokus pada sakit di sekitar perut-nya atau sering disebut kontraksi pra melahirkan.
“yaudah ni minum teh manis buat tenaga” lanjut suami-nya
perempuan tersebut meneguk teh manis tersebut.

jam 02.00 dini hari
“gimana bidan udah pembukaan berapa?” tanya perempuan tersebut
“baru pembukaan 5 neng, nanti 4 jam lagi diperiksa lagi ya.. ” jawab bidan
“lama banget ya..” kata perempuan tersebut dengan ekspresi wajah kelelahan & penuh harap. wajar karena diri-nya ingin segera bayi tersebut lahir kedunia & mengakhiri segala kepayahan yg sedang dialami-nya. dan memluk bayi yg telah lama diidamkannya.

jam 06.00 pagi
“gimana bu bidan?” tanya perempuan tersebut
“masih pembukaan 5 neng, kayanya nanti siang melahirkannya” jawab bidan
terlihat ekspresi kecewa. perempuan tersebut. semburat kelelahan jelas kentara diwajahnya, kantung mata menggantung dibawah mata tanda semalaman ia tidak tidur.
sang suami hanya menatap dengan rasa kasihan dengan segala kepayahan yg dialami istrinya, dalam hatinya segala doa dilafalkan agar istri & anak-nya selamat.

jam 12.00 siang
“wah udah pembukaan 8 neng, sabar ya sebentar lagi” kata bidan. seorang bidan pengganti yg sabar dan berpengalaman.
sang perempuan terlihat sangat lemah.

jam 15.00
akhirnya perempuan tersebut sedang berjuang agar jabang bayi lahir, hal yang ia nantikan dari hari sebelumnya. dengan tenaga yg lemah karena sedikit makanan yg dimakan. badan yg kekurangan istirahat karena semalaman ia tidak tidur. semuanya seakan bertambah buruk dengan  perkataan bidan
“ayo neng, keluarin tenaganya. kalau sampai jam setengah enam belum keluar juga dede-nya terpaksa harus pakai alat ke dokter (operasi caesar maksudnya)”
perasaan perempuan tersebut terhentak. ada ketakutan. ada perasaan lemas. ada kepasrahan.
sang suami cemas mendengar perkataan bidan tersebut. ia lafalkan lebih banyak doa lagi agar istri & anak-nya selamat.

jam 16.35
teriakan allahuakbar dengan tenaga yg tersisa, perempuan tersebut akhir-nya melahirkan bayi-nya dengan selamat. sang bayi didekapkan diatas dada-nya. terlihat gemetaran seluruh badan perempuan tersebut. lelah karena asupan makanan yg sedikit. lelah karena ia tidak tidur sama sekali. lelah karena dengan tenaga yg sedikit ia harus berusaha melahirkan bayi-nya. tapi bahagia ketika bayi didekapkan.
sang suami menatap penuh cinta & kagum kepada istrinya.
“sekuat apapun seorang pria, tidak akan pernah mengalahkan kekuatan seorang ibu yg berjuang melahirkan anak-nya” bisik pelan sang suami.

— * —

Ibu saya pernah berkata ketika saya masih lajang:

ketika nanti udah punya istri, kalau melahirkan harus ada didekat istri ketika melahirkan. ketika sudah melahirkan cuci oleh kamu segala pakaian atau kain  penuh bercak darah yg dipakai untuk persalinan. ketika nanti sudah melahirkan segala pakaian & popok bayi harus kami cuci juga. jangan bebankan semua kepada istri!!
kata ibu saya dengan nada tegas

awalnya saya tidak mengerti apa maksud perkataan ibu saya, ketika saya bertanya kenapa harus seperti itu. jawaban ibu saya sederhana

Biar kamu tahu berat-nya melahirkan & berat-nya menjadi seorang ibu!

saya pun belum paham betul apa maksudnya. maka ketika istri saya hamil & akan melahirkan saya mencoba mengikuti saran “wajib” ibu saya tersebut.
pertama adalah berada disamping istri ketika melahirkan. saya menemani istri saya ketika ia mulai merasakan kontraksi di perut-nya hingga bayi melahirkan. jujur saya kagum dengan tekad & ketangguhan istri saya dalam menjalani proses pra & pasca melahirkan. satu hari satu malam ia tidak tidur. hanya teh manis & sari kurma pasokan tenaganya. berjalan kaki hampir semalaman hanya agar bayi secepatnya lahir. seluruh tenaga ia pusatkan agar sang bayi lahir.
setelah melahirkan. tidak sembarang makanan bisa istri saya makan hanya agar asi yg diberikan kepada bayi bagus & bayi sehat. waktu-nya ia habiskan disamping bayi, khawatir bayi lapar atau sakit. segala kesenangan ia sampingkan, segala-nya untuk bayi.
maka akhirnya saya mulai sedikit memahami saran “wajib” ibu saya.

saran kedua saya tidak bisa lakukan, karena tidak memungkinkan. saya harus mendampingi terus istri saya. untuk menyiapkan segala kebutuhannya. untuk membantu-nya bila kesusahan. untuk menenangkan-nya. untuk menyemangati-nya. tapi sepertinya saran kedua ibu saya tersebut agar saya mengingat perjuangan istri saya ketika melahirkan anak kami, juga agar ingat perjuangan ibu ketika melahirkan anak-anaknya. pemahaman saya tentang saran ibu saya bertambah.

saran ketiga saya lakukan. saran ketiga ini membuat saya bangga menjadi seorang ayah. walaupun saya harus berjibaku dengan kotoran bayi yg lengket di popok. walaupun saya harus menghabiskan seperempat hari saya untuk mencuci. walaupun saya harus menahan lapar hanya agar seluruh pakaian bayi bersih. walaupun tidak bisa saya lakukan setiap hari karena saya harus menari nafkah
tapi ada kebanggaan melakukan semua itu. kebanggan menjadi seorang ayah yg selalu siap untuk anak-nya juga kebanggaan menjadi suami dari seorang istri yg berpayah-payah melahirkan bayi yg kini mencurahkan seluruh waktu & hidupnya untuk bayi nya.

setelah melakukan saran ketiga ini saya merasa ada yg kurang dari saran ibu saya, seharusnya ketika saya bertanya kenapa harus seperti itu, ibu saya mestinya menjawab :

agar kamu tahu beratnya melahirkan dan menjadi ibu. agar kamu tahu beratnya menjadi ayah. Juga agar kamu tahu bangga-nya menjadi ibu dan ayah.

ayah : Muhammad Reza Nurrifqi
ibu : Imania Luthfi Afifah
Anak : Ardani Inara Maryam

13043295_10201421766021795_3594161733776361463_n 20160227_131503

Lie to me* (TV Series) : Your Gesture Reveal Yourself

lie-to-me    Psikologi merupakan salah satu bidang yang sangat saya gandrungi (selain dunia IT tentunya). Sejak tingkat SLTA kelas 2 saya mulai menyukai bacaan yang berkaitan dengan tema psikologi, hingga sekarang pun bacaan psikologi selalu menjadi “menu wajib” bulanan saya. Saat ini pun saya sedang membaca buku psikologi yang berkaitan dengan dunia introversi berjudul Quiet (the power of introverts in a world that can’t stop talking) karya susan cain. entah kenapa dunia psikologi sangat menggairahkan bagi saya. Dalam pikiran saya ilmu psikologi mungkin bisa menjadi tabir pembuka tentang saya. tabir pembuka tentang mahluk bernama manusia.

    Kegandrungan membaca buku-buku dengan tema psikologi dan hobi saya menonton, membuat saya ingin menonton film dengan tema psikologi. hasil googling saya akhirnya mendapatkan film series Lie to me* sebagai recommended psychology tv series. passion meet hobby make enthusiasm.

    Seri barat Lie to me*, bercerita tentang Dr. Cal Lightman (diperankan Tim Cloth) dan rekan-rekannya di perusahaan The Lightman Group yang memecahkan kasus-kasus & permasalahan dengan sudut pandang & solusi psikologi, micro-ekspresi & body language. The Lightman group merupakan perusahaan swasta memiliki rekanan mulai dari FBI, CIA, PBB dan lembaga-lembaga lain setingkat nasional maupun internasional. Seri Lie to me* sendiri berfokus pada The Lightman group dengan Dr.Cal Lightman sebagai tokoh utama yang memiliki kemampuan dalam mikro-ekspresi & body language. Dengan tingkah & sifatnya yang sedikit konyol, Dr.Cal Lightman memecahkan kasus-kasus dengan sudut pandang psikologi melalui teknik mikro-ekspresi, body language, lie detection dan masih banyak lagi teknik lainnya (yang saya belum ketahui).

    Bagi saya seri Lie to me* sangat menarik & seru. Karena disetiap episodenya selalu ditunjukan bagaimana sebuah mikro-ekspresi atau body language bisa mengungkapkan kebenaran walau tidak secara gamblang dijelaskan dalam setiap episodenya. Mulai dari kedipan mata, posisi & gerak retina mata, gerak bibir hingga gerak bahu bisa mengungkapkan apa yg sebenarnya diungkapkan oleh orang lain.

Your Gesture Reveal Yourself.

Istriku Kau Tidak Memenuhi Kriteriaku…

  Malam itu adalah malam pertama kali kami berbincang. maklum karena hanya beberapa kali bertemu (didampingi muhrim) & tanpa banyak berbincang. kami sedikit melepas lelah setelah seharian menerima tamu undangan dengan saling berbincang. berbincang tentang diri kami. diri saya. diri istri. berbincang tentang keluarga kami. keluarga saya. keluarga istri. berbincang tentang hidup kami. hidup saya. hidup istri. hidup kami setelah menjadi suami istri. Lalu tanpa dinyana istri bertanya pertanyaan yang cukup mengejutkan.
“A..” panggil istri saya sambil menyenderkan kepalanya diatas dada saya dan tangannya dgn erat melingkar di pinggang saya “apakah neng memenuhi kriteria ideal aa sebagai seorang istri?” lanjut istriku
cukup kaget saya ketika mendengar pertanyaan itu, pertanyaan yg sebenarnya saya sudah siapkan jawabannya tapi tak disangka akan ditanyakan juga oleh istri saya. maka saya cukup lama diam sebelum menjawab pertanyaan istri saya. Lanjutkan membaca “Istriku Kau Tidak Memenuhi Kriteriaku…”

Silicon Valley (TV Series) : Perjuangan Startup

      Film seri luar negeri memang tidak seperti film seri indonesia (baca:sinetron), film-film seri luar negeri seperti tidak setengah-setengah dalam memproduksinya. ada beberapa film seri luar negeri yang saya pernah & sedang tonton, diantaranya The Flash, Green Arrow, Agent Of Shield, Silicon Valley dan beberapa film seri lainnya. Seri-seri yang saya tonton tersebut menyuguhkan cerita yang cukup menarik bagi saya. Lanjutkan membaca “Silicon Valley (TV Series) : Perjuangan Startup”

Masih PhalconPHP

PhalconPHP

    Beberapa hari ini saya lebih intens mempelajari PhalconPHP sekaligus sedikit implementasi apa yg saya pelajari pada kasus-kasus yang saya pikir lebih rumit tapi kemungkinan ditemukan kasus tersebut ketika development cukup besar. Hasilnya saya jatuh hati pada framework PHP ini. Mungkin PhalconPHP belum sebesar framework PHP lain atau belum selengkap framework PHP lain, tapi bagi saya pribadi tidak masalah, karena yang saya butuhkan dari sebuah framework bukan kelengkapan fitur / library-nya tapi struktur MVC-nya sehingga memudahkan ketika proses development atau bahkan kolaborasi secara tim ketika development. karena dibanding membangun struktur framework PHP, maka saya pikir gunakan yang telah ada lebih menghemat waktu dan tenaga. Lanjutkan membaca “Masih PhalconPHP”

Tjokroaminoto & SM Kartosoewirjo

     Dunia perfilm-an indonesia kembali disemarakan film sejarah yang cukup banyak mengandung muatan historis yaitu film “Guru Bangsa : Tjokroaminoto” yang sebelumnya telah hadir pula film sejenis seperti Film Sang Pencerah (Film yg menceritakan tentang KH.Ahmad Dahlan), Soekarno (Film tentang Presiden soekarno). Lanjutkan membaca “Tjokroaminoto & SM Kartosoewirjo”